Zakat Fitrah Bonebol Rp 30 Ribu Perjiwa

  • Whatsapp
Rapat pembahasan penentuan zakat fitrah tahun 1442 H yang melibatkan Kantor Kemenag, Ormas Islam (PCNU dan Pengurus Daerah Muhammadiyah), MUI, Baznas, Qadhi Suwawa, dan perwakilan empat orang Camat, yakni Plt. Camat Suwawa, Kabila, Tapa, dan Bone, di Kantor Bupati Bone Bolango, Rabu (21/4/2021). (F.AKP/Diskominfo)

BONE BOLANGO -GP- Zakat fitrah pada bulan Ramadan 1442 Hijriyah akhirnya resmi ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango sebesar Rp 30 ribu per jiwa. Penetapan besaran zakat fitrah ini setelah melalui rapat pembahasan penentuan zakat fitrah tahun 1442 H yang melibatkan Kantor Kemenag, Ormas Islam (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Pengurus Daerah Muhammadiyah), MUI, Baznas, Qadhi Suwawa Kiayi Helmi Podungge, dan perwakilan empat orang Camat, yakni Plt. Camat Suwawa, Kabila, Tapa, dan Bone, di Kantor Bupati Bone Bolango, Rabu (21/4/2021).

Kabag Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bone Bolango, Misnawaty Wantogia, mengatakan penetapan besaran zakat fitrah tahun 1442 H untuk Kabupaten Bone Bolango disepakati Rp 30 ribu perjiwa. Penetapan ini sudah sesuai dengan syariat Islam, yakni berupa makanan pokok beras 3,5 liter dikali harga Rp 8.500 perliternya.

Bacaan Lainnya

“Jadi 3 liter beras x Rp 8.500 = Rp 25.000 + 0,5 liter Rp 4.250 = Rp 29.750, sehingga jika dikonversikan dan dibulatkan ke dalam rupiah setara dengan uang sebesar Rp 30 ribu,”jelas Misnawaty Wantogia.

Untuk teknis pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah sendiri, lanjut Misnawaty, disepakati akan dilakukan secara langsung dan dijemput ke rumah-rumah oleh petugas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setiap masjid di desa dan kelurahan masing-masing. Karena mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Cara ini dirasa lebih aman, dibanding masyarakat mengantar ke salah satu tempat, pasti rawan terhadap terjadinya kerumunan. Untuk legalitas seluruh UPZ, tambah Misnawaty, nantinya mereka akan dibuatkan Surat Keputusan (SK), baik dari Basnas Bone Bolango maupun dari pihak kecamatan, sehingga mereka para UPZ ini legal ketika melakukan pengumpulan zakat fitrah.

Mewakili pemerintah daerah, Misnawaty, berharap kepada seluruh masyarakat muslim, karena zakat fitrah ini merupakan salah satu kewajiban umat Islam terutama dalam bulan Ramadan. Qadhi Suwawa wilayah kerja Bone Bolango, Kiayi Helmi Podungge, mengungkapkan penetapan besaran zakat fitrah Rp30 ribu perjiwa ini merupakan keputusan yang paling tepat, itu karena melihat kondisi yang dihadapi saat ini. Di dalam agama, kita itu dianjurkan “Fayassir Wala Tu’assir “. Artinya mudahkanlah dan jangan dipersulit.

Apalagi keadaan kita sekarang ditimpa pandemi Covid-19 yang otomatis ekonomi sebagian masyarakat sangat terpengaruh dengan Covid-19 ini, sehingga kami menetapkan besaran zakat fitrah Rp 30 ribu perjiwa mencakup untuk umum.

Kepada masyarakat muslim Bone Bolango, Qadhi Suwawa Kiayi Helmi Podungge berharap agar mengeluarkan zakat fitrahnya kepada orang-orang yang bisa dipercaya dalam hal ini UPZ-UPZ agar penyalurannya tepat sasaran.(roy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *