BOALEMO -GP– Ada kemungkinan bupati-wakil bupati Boalemo periode 2012-2017, Rum Pagau-Lahmudin Hambali, kembali akan berpasangan di Pilkada Boalemo 2024 mendatang. Menyusul mulai bergulirnya wacana penggadangan duet PAHAM (Pagau-Hambali).

Wacana ini makin kencang bergulir setelah Rum Pagau-Lahmudin Hambali bertemu pada kegiatan buka puasa bersama di kediaman Rum Pagau di Boalemo, Ahad (2/5). Pertemuan itu ikut disaksikan tokoh Nasdem Gorontalo, Rachmat Gobel yang juga Wakil Ketua DPR-RI. Jika PAHAM Comeback, bisa jadi Golkar-NasDem sepanggung pada Pilkada mendatang.

Kegiatan buka puasa bersama kemarin, seakan menjadi reuni politik bagi duet PAHAM. Karena ikut dihadiri oleh petinggi-petinggi partai lain yang bekerja menjadi tim pemenangan untuk duet PAHAM pada Pilkada Boalemo sebelumnya. Seperti ketua tim Pemenangan Karyawan Eka Putra Noho yang merupakan politisi PDIP. Ada pula politisi Demokrat Hardi Syam Mopangga. Mereka ikut berjuang memenangkan PAHAM pada periode kedua Pilkada 2017, namun PAHAM dicoret KPU lantaran kebijakan mutasi pegawai diakhir masa jabatan. Pilkada saat itu dimenangkan pasangan non partai politik, Darwis Moridu – Anas Jusuf (Damai).

Setelah menjabat bupati, Darwis Moridu kemudian beralih menjadi kader PDI Perjuangan. Kini Darwis dinonaktifkan Kemendagri, karena kasus penganiayaan yang menjeratnya hingga ke proses pengadilan. Sambil menunggu proses hukum penganiyaan itu inkrah, Darwis meninggalkan PDI Perjuangan dan berlabuh ke NasDem. Artinya, Darwis kini separtai dengan Rum Pagau, rivalnya saat Pilkada 2017. Saat acara buka puasa kemarin, keduanya juga bertemu, bahkan sambil salam berangkulan bersama Rachamat Gobel, sama seperti Rum Pagau dan Lahmudin Hambali.

Kepada Gorontalo Post, Lahmudin Hambali yang juga Ketua DPD II Golkar Boalemo mengaku, kehadirannya hanya untuk menghadiri kegiatan buka puasa. Pada kegiatan itu, pimpinan partai dan anggota DPRD Boalemo ikut diundang. “Semuanya diundang, bukan hanya saya saja. Saya hadir dalam undangan tersebut, karena sebelumnya saya dengan Pak Rum Pagau merupakan pasangan bupati dan wakil bupati. Jadi wajar saja saya untuk menghadiri kegiatan buka puasa tersebut. Kami pun membicarakan banyak hal, semuanya mencair dan tanpa sekat,” terangnya.

Lahmuddin tak menampik pertemuan itu seakan menjadi reuni politik. Karena yang hadir merupakan politisi-politisi yang pernah menjadi tim pemenangan PAHAM. “Dulu kami bersama-sama dalam koalisi pelangi. Hampir semua politisi yang hadir dalam agenda buka puasa ini, masuk dalam koalisi tersebut,” ujarnya.

Meski demikian kata Lahmuddin Hambali, pertemuan itu belum menjadi cerminan untuk Pilkada Boalemo 2024. Karena setiap partai memiliki proses dan mekanisme tersendiri dalam menghadapi momentum Pilkada. Menurutnya, kalaupun ada komunikasi politik yang dibangun tentu bukan hanya semata untuk kepentingan Pilkada, tapi juga untuk kepentingan Pileg.
“Tapi untuk sementara (pembicaraannya.red) belum sampai kesitu. Kami hanya membicarakan banyak hal menyangkut daerah serta mengingat perjuangan sebelumnya. Nanti kita lihat bagaimana kedepannya. Yang pasti, masing-masing partai memiliki aturan,” ujarnya.

Peluang PAHAM untuk kembali berduet di Pilkada Boalemo sesungguhnya cukup terbuka. Mengingat belakangan ini, wacana koalisi Nasdem-Golkar di Pilkada 2024 juga mulai bergulir. Untuk hajatan Pilgub, wacana penggadangan kader Nasdem-Golkar yaitu Rachmat Gobel-Marten Taha mulai berhembus kencang. Bukan tidak mungkin ini akan meluas ke Pilkada di level kabupaten-kota seperti Pilkada Boaleme.

Untuk diketahui Rum Pagau saat ini merupakan kader Nasdem, saat menjabat Bupati Boalemo, Rum Pagau merupakan ketua DPD II Golkar Boalemo,  sementara Lahmudin Hambali merupakan ketua Golkar DPD II Golkar Boalemo saat ini. Sementara itu, salah satu kader partai NasDem, Alyun Hippy kepada Gorontalo Post mengatakan, pertemuan antara Rum Pagau dan Lahmudin Hambali terjadi kebetulan, saat acara buka puasa bersama. Tidak ada agenda yang khusu membicarakan PAHAM Comeback. “Kebetulan semua elit politik di Boaleno hadir, sehingga saking mengabadikan momen,”kata Alyun. Ia kembali memastikan, tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan itu, apalagi konsensus politik untuk kontestasu 2024. “Melalui kesempatan itu, pak RG (Rachmat Gobel) hendak mengeratkan tali silaturahmi dengan elit politik di Boalemo, agar seiring sejalan menyelesaikan persoalan kemiskinan di Gorontalo,”ujarnya. (kif/tro)

Comment