Ekonomi Gorontalo, Tumbuh Tapi Tak Optimal

  • Whatsapp

Sugiyarto

GORONTALO – GP – Ekonomi Gorontalo berhasil keluar dari resesi ekonomi, setelah empat triwulan berturut-turut mengalami kontraksi, karena pandemi Covid-19.  Kepala kantor wilayah direktorrat jenderap perbendaharaan (DJPb) Gorontalo, Sugiyarto pada rapat koordinasi dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Gorontalo, yang digelar virtual, Rabu(25/8).

Bacaan Lainnya

Kondisi pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2021 mampu tumbuh positif 3,43 persen (y-on-y), dan 1,56 persen (q-to-q). Kendati begitu, pertumbuhan tersebut dinilai belum optimal jika dibandingkan dengan wilayah Sulawesi yang mampu tumbuh 8,51 persen (y-o-y) dan tingkat Nasional yang mencapai 7,07 persen (y-o-y). Dari data yang ada, pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo, sangat rendah jika dibanding dengan daerah lain di Sulawesi.

Tertinggi Sulawesi Tengah dengan pertumbuhan, 15,39 persen, Sulawesi Utara 8,49 persen, Sulawesi Selatan 7,66 persen, Sulawesi Barat 5,44 persen, dan Sulawesi Tenggara, 4,21 persen, Gorontalo sendiri tumbuh 3,43 persen.  “Diperlukan extra effort dari seluruh stakeholder untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi,”ujar Kepala Kanwil DJPb, Sugiyarto.

Ia menguraikan tentang perkembangan fiskal di Gorontalo sampai dengan triwulan II 2021. Realisasi pendapatan APBN mencapai Rp 409,69 miliar atau sebesar 45,28 persen. Sementara itu, realisasi belanja sebesar Rp4,96 triliun atau mencapai 47,35 persen.

Di sisi APBD, realisasi pendapatan mencapai Rp 3,57 triliun atau 44,76 persen, sedangkan realisasi belanja mencapai Rp 2,49 triliunatau 32,47 persen. Dijelaskan juga bahwa program PC-PEN di Gorontalo telah tersalur sebesar Rp 769,69 miliar yang diyakini telah mampu menjadi bantalan ekonomi selama pandemi Covid-19. Disampaikan juga terkait kinerja Ekspor Barang dan Jasa Gorontalo yang menjadi kontributor utama pertumbuhan PDRB Gorontalo. “Diperlukan dorongan oleh para stakeholder agar ekspor semakin tumbuh dan berkontribusi maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi Gorontalo,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto, memaparkan Asesmen Perekonomian Gorontalo dalam Mendorong Optimisme Pemulihan Ekonomi Nasional. Ia menyampaikan, isu strategis tentang Industri Pengolahan Kelapa yang sumber kembang dan berpotensi menjadi salah satu potensi pertumbuhan ekonomi.

Selain itu dipaparkan prospek perkonomian Triwulan III 2021 yang menunjukkan perbaikan dari beberapa indikator riil. Selanjutnya disampaikan perkembangan ekspor yang terus tumbuh dan inflasi yang pada bulan Juli 2021 kembali meningkat namun masih terkendali. Terkait kondisi sistem keuangan Gorontalo, dijelaskan bahwa Dana Pihak Ketiga tumbuh positif sebesar 13,87 persen (y-on-y), ekspansi penyaluran kredit perbankan dalam tren meningkat, kredit modal kerja terekan tumbuh, namun kredit investasi masih mengalami kontraksi sebesar 10,83 persen.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif, dalam paparannya tentang Sektor Unggulan berdasarkan Analisis Tabel Input dan Output menjabarkan sektor-sektor unggulan dan potensial di Gorontalo. Dipaparkan terdapat tiga kategori yang memiliki kontribusi terbesar dalam PDRB selama kurun waktu 2016-2020, yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta Kontruksi. Sementara itu sektor sangat potensial ada pada Industri Pengolahan dan Pengadaan Listrik dan Gas. Dijelaskan juga bahwa pengembangan dari sektor-sektor tersebut akan sangat mempengaruhi pemulihan aktivitas ekonomi Gorontalo.

Kepala BAPPEDA Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, menyampaikan proyeksi investasi 2021 sebesar Rp 505,83 miliar dengan perkiraan menyerap 3.189 tenaga kerja. Sektor yang menyerap paling banyak investasi adalah Sektor Perdagangan dan Reparasi. Sementara berdasarkan lokasi, proyeksi investasi terbesar berada di Kabupaten Gorontalo sebesar 86 persen.

Untuk tahun 2022, juga telah disusun rencana proyek investasi sektor pemerintah, di antaranya adalah Fasilitas Sarana Pasca Panen Tanaman Pangan, Fasilitas Sarana Pasca Panen Perikanan, Bantuan Benih Jagung, Kawasan Kelapa, Penuntasan Jalan Lingkar Luar Gorontalo (GORR) Segmen 1, dan Pengembangan Geopark Gorontalo.

Dari Dinas Penanaman Modal Provinsi Gorontalo, yang diwakili oleh Kepala Bidang Penanaman Modal, Musanif Niode, dalam penjelasannya tentang Kinerja dan Peluang Investasi di Gorontalo menguraikan tentang investasi di Gorontalo yang masuk dalam prioritas RUPM dan RPJMD Provinsi Gorontalo. Untuk mendukung program tersebut, baik APBD maupun APBN mengalokasikan pendanaan setiap tahun, pada tahun 2021 mendapat alokasi Rp1,17 miliar.

Sementara itu realisasi investasi PMA s.d.Triwulan II 2021 sebesar Rp 149,14 milar dengan investasi terbesar pada sektor Listrik, Air, dan Gas. Investasi PMDN mencapai Rp161,65 miliar dengan investasi terbesar di sektor Transportasi, Gudang dan Komunikasi. Untuk potensi investasi dikemukakan sangat terbuka pada sektor Perkebunan, Kehutanan, Perikanan, Enegi dan Kelistrikan serta Sumber Daya Mineral.

Paparan terakhir, Dekan Fakultas Ekonomi UNG, Muh. Amir Arham menguraikan tentang Potensi Investasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi. Dijelaskan tentang urgensi Transformasi Ekonomi di Gorontalo, yang merupakan prasyarat dari peningkatan kesinambungan pertumbuhan dan penanggulangan kemiskinan sekaligus pendukung bagi keberlanjutan pembangunan itu sendiri.

Selain itu, disampaikan juga wacana untuk menjadikan Gorontalo sebagai Lumbung Pangan di Kawasan Teluk Tomini dan Pusat Logistik Regional. Dalam rapat yang dipandu, Ahmad Sapriannoor, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I Kanwil DJPb itu, nampak hadir pimpinan dari berbagai instansi, baik OPD maupun instansi vertikal Kementerian/Lembaga, dan akademisi. (tro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *