Pencarian Penambang Hanyut Dihentikan 

  • Whatsapp
capt : Proses pencarian Suharto Towalu, penambang yang diduga tenggelam di sungai Taluditi, oleh Tim SAR gabungan BPBD Pohuwato, Basarnas, TNI, Tagana, dan dibantu masyarakat, Sabtu (28/8). (foto : Istimewa)

TALUDITI-GP- Proses pencarian Suharto Towalu (46), korban yang diduga hanyut di wilayah tambang Longgi, Desa Puncak Jaya, Kecamatan Taluditi, Pohuwato, dihentikan sementara pada Sabtu (28/8). Hal ini sesuai dengan SOP SAR, dimana proses pencarian korban sudah berlangsung selama kurun waktu tujuh hari atau sepekan.

Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Seksi kesiapsiagaan BPBD Pohuwato, Iswan Gau, saat dikonfirmasi Gorontalo Post, Ahad (29/8) kemarin. “Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada informasi ditemukannya korban kita bisa turun lagi,” ujar Iswan.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Iswan, tim pencarian yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Tagana, dan masyarakat kesulitan menghadapi medan yang begitu ekstrim di lokasi yang diduga tenggelamnya korban. “Kemudian curah hujan di sana juga tiada henti, sehingga air sungai pun naik. Jarak tempuh ke lokasi itu tiga hari dengan jalan kaki. Selama pencarian kita membangun posko di sana, kita membagi tim menjadi dua regu. Satu regu berjumlah delapan orang dan satu regu lagi berjumlah sembilan orang,” tambah Iswan.

Pencarian tersebut kata Iswan dilakukan dengan menyisir aliran sungai Taluditi dengan menggunakan perahu, sementara tim lainnya langsung ke lokasi pertambangan dengan berjalan kaki. “Saat melakukan pencarian dengan perahu, perbekalan tim sampai jatuh dan perahu pun terbalik karena arus sungai yang deras dengan kondisi air naik,” jelas Iswan

“Kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena kondisi medan juga yang sangat berat untuk dilalui, ditambah lagi cuaca yang kurang mendukung. Kami sudah berupaya maksimal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Suharto Towalu (46), warga desa Waluhu, kecamatan Bone, kabupaten Bone Bolango, terinformasi hanyut di sungai Taluditi pada Sabtu (21/8) malam.

Suharto awalnya diketahui hendak ingin mengecek kondisi Paretan (tambang emas tradisional) miliknya yang berada di wilayah tambang Longgi, desa Puncak Jaya, kecamatan Taluditi. Dirinya diduga hanyut saat menyebrangi sungai Taluditi. Kondisi air sungai saat itu pun sangat deras karena intensitas hujan yang tinggi di wilayah pegunungan. (ayi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *