Nelson Isyaratkan Mutasi Massal

  • Whatsapp
Prof Nelson Pomalingo. (foto ; gorontalokab.go.id)

LIMBOTO -GP- Para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Gorontalo (Kabgor) kini sedang dilanda was-was. Dalam beberapa hari belakangan ini, isu mutasi,mulai jadi perbincangan hangat di kalangan pejabat setempat. Mutasi kali ini jadi isu hangat. Karena Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dikabarkan bakal melakukan cuci gudang atau mutasi besar-besaran.

Ini menjadi mutasi pertama bagi pasangan Bupati-Wakil Bupati, Nelson Pomalingo-Hendra Hemeto yang terpilih di Pilkada 2020 lalu. Tanda-tanda kegalauan di kalangan pejabat rupanya ikut dibaca oleh Bupati Nelson Pomalingo. Sampai-sampai saat diwawancarai Gorontalo Post, Rabu (2/9) malam, Nelson sampai meminta seluruh pejabat baik eselon II, III dan IV untuk bekerja profesional dan fokus. Jangan sampai muncul kegalauan karena isu mutasi. “Saya minta seluruh pegawai bekerja secara professional. Tunjukkan kemampuan dan jangan galau karena isu mutasi ini,” ungkap Nelson.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, Nelson memang tak menampik, bahwa mutasi besar-besaran bakal dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya telah dimungkinkan oleh aturan untuk melakukan mutasi. Yaitu enam bulan setelah dilantik. “Hari ini sudah memasuki bulan September, jadi kalau melihat aturannya sudah bisa melaksanakan mutasi, hanya saja saat ini masih banyak pekerjaan termasuk menyelesaikan APBD-P dan APBD Induk 2022 dan saya ingin menyelesaikan itu dulu,” jelasnya.

Nelson mengatakan, kalaupun memang akan melakukan mutasi, mungkin akan dilakukan akhir bulan ini. Itupun baru pengisian jabatan kosong. “Sehingga kemungkinan besar bulan ini bakal ada mutasi baru untuk eselon III dan IV sementara untuk eselon II akan dilakukan setelah itu,” ungkap Nelson.

Dalam menempati jabatan, sambung Nelson, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Yakni persyaratan administrasi. Kemudian kinerja serta kecocokannya dengan keilmuan. “Bukan saja melihat dari disiplin ilmu yang linier, tetapi juga bagaimana pegawai memenej dengan baik pekerjaannya dan tentunya adalah loyalitas,” tegas Nelson.

Nelson menambahkan, untuk eselon ll, pengisian akan melalui jobfit. Untuk melihat apakah pejabat lama masih layak atau sudah perlu ada pergantian. “Ibaratnya dokter yang akan mendiagnosa apakah masih sehat atau justru sudah berpenyakit. Jika berpenyakit sudah tentu harus diganti dengan yang sehat,” jelas Nelson.

Nelson juga memastikan, pengisian jabatan di lingkup Pemkab Gorontalo tidak akan diwarnai upeti atau suap menyuap. Karena mutasi akan mengedepankan aspek kinerja dan loyalitas. “Jangan ada pikiran mutasi nanti akan ada jual beli jabatan atau ada upeti. Itu tak ada sama sekali. Diperiode pertama kemarin pun pelaksanaan mutasi berdasarkan kapasitas dan kapabilitas,” tandasnya. (wie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *