Warga Diimbau Tidak Terpengaruh Hoaks Tentang Vaksin

  • Whatsapp
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan vaksinasi di SMK Negeri 1 Gorontalo, Senin (6/9). (Foto : Prokopim)
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan vaksinasi di SMK Negeri 1 Gorontalo, Senin (6/9). (Foto : Prokopim)

GORONTALO, GP – Kabar hoaks tentang vaksin yang berseliweran dimedia sosial sangat berpengaruh buruk kepada masyarakat. Ya, banyak warga yang tak mau menjalani vaksinasi akibat kabar hoaks tersebut.

Hal ini pun mendapat perhatian dari Wali Kota Gorontalo, Marten Taha. Dengan tegas, Marten meminta agar warganya tidak mudah percaya dengan hoaks tentang vaksin. Sebab, menurut Marten, informasi itu hanya dapat menyesatkan semua orang, termasuk siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bacaan Lainnya

“Siswa-siswi, jangan terpengaruh dengan berita hoax, kase itu dapat menyesatkan. Orang tua siswa juga harus begitu, jika ada yang ingin ditanyakan terkait vaksinasi, silahkan langsung tanya ke sumber yang benar,” kata Marten usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Negeri Gorontalo, Senin (6/9).

Dikatakannya, vaksinasi ini adalah salah satu dari sekian banyak program yang dirintis pemerintah untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya virus Corona. Sehingga, kata Marten, hoaks yang sengaja diedarkan oleh oknum tidak bertanggungjawab itu jauh berbeda dengan tujuan pemerintah.

“Tidak mungkin apa yang menjadi kebijakan Pemerintah dapat menyusahkan rakyat. Apalagi mencelakakan rakyat. Vaksin ini untuk menciptakan kekebalan kelompok, termasuk kepada siswa-siswi yang ada di Kota Gorontalo, agar tidak mudah tertular dengan virus yang berasal dari China ini,” kata Martebn

Oleh karena itu, Marten mengajak kepada seluruh warga Kota Gorontalo untuk bersama-sama pemerintah memberantas hoaks dan informasi-informasi yang menyesatkan, agar orang tua siswa dan siswa itu sendiri tidak perlu khawatir lagi untuk mengikuti vaksinasi yang menjadi anjuran pemerintah.

Sebagaimana diketahui, hoaks yang diedarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab itu kebanyakan warga yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Menurut Marten, KIPI merupakan tanggung jawab Pemerintah. Jika terjadi sesuai, ada standar operasionalnya dan pasti akan ada solusi dari Pemerintah jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Vaksinasi ini sangat penting, tapi walaupun sudah di vaksin, kita tetap mematuhi protokol kesehatan, misalnya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerukunan dan lain-lain. Jika semua itu kita lakukan, insya Allah kita bisa lepas dari Pandemi ini,” tutup Marten.(rwf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *