Briket Tempurung Gorontalo Pontensi Masuk Bosnia

  • Whatsapp
PELUANG EKSPOR - Dubes RI untuk Bosnia dan Herezegovina, Roem Kono (kanan) bersama Menteri Pertanian, Pengelolaan Air dan Kehutanan Federasi Bosnia dan Herzegovina, Semsudin Dedic, dan Perdana Menteri Kanton Tuzla, Kadrija Hodzic, saat pembukaan Plum Fair di Kota Gradacac, Bosnia, baru-baru ini. (foto : istimewa)

GORONTALO – GP – Peluang ekspor briket tempurung asal Gorontalo ke negara-negara balkan terbuka lebar. Duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (Dubes LBBP) RI untuk Bosnia dan Herzegovina, Roem Kono, kepada Gorontalo Post, Kamis (9/9) mengaku ikut mempromosikan potensi Gorontalo saat pelaksanaan the 48th International Fair of Agricultural and Food Industry atau Plum Fair, yang berlangsung berlangsung di kota Gradacac, Bosnia, baru-baru ini.

Salah yang potensial kata Roem Kono adalah briket tempurung, sebab ternyata briket tempurung asal Gorontalo telah masuk ke negara-negara balkan, tapi diekspor oleh pihak ketiga dari Turki. “Ada ekspor briket dari Gorontalo melalui pihak ketiga, diekspornya ke Turkey, dari Turkey baru mereka ekspor ke negara-negara balkan,”ujar Roem Kono.

Bacaan Lainnya

Negara-negara balkan, merupakan sejumlah negara pada eropa bagian tenggara, atau pada semenanjung balkan, seperti seperti Albania, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Kosovo, Makedonia, Montenegro, Rumania, Serbia, Slovenia, dan Turki bagian Eropa. Menurut Roem Kono, pihaknya aktif mempromosikan potensi produk Indonesia termasuk Gorontalo pada pameran-pameran yang diselenggarakan di Bosnia. “Saya bawa beberapa pruduk termasuk dari Gorontalo untuk dipamerkan pada even-even perdagangan Bosnia dan sekitarnya

,”ujar Roem Kono. Salah satu pejuang pembentukan Provinsi Gorontalo ini menambahkan, saat Plum Fair yang diikuti KBRI Sarajevo di Gradacac, beberapa produk Indonesia dipamerkan, termasuk briket tempurung dari Gorontalo. Pameran itu juga diikuti beberapa negara eropa timur dan eropa tengah. “Banyak produk Indonesia masih belum dikenal di wilayah balkan, diperlukan promosi-promosi, dengan mengikuti pameran perdagangan,”ujar Roem Kono.

“Kedepan Insya Allah akan membawa produk-produk pertanian Gorontalo, untuk mengenalkan pada pameran-pameran international di negara balkan, eropa timur dan tengah,”tambah Roem Kono. Saat Plum Fair di Gradacac, dikutip dari akun instagram KBRI Sarajevo, Dubes Roem Kono memperkenalkan produk-produk pertanian unggulan Indonesia yang diekspor ke pasar internasional, seperti: rempah-rempah, kopi, gula aren, dan produk mie instan.

Kepada Menteri Dedic dan Perdana Menteri Hodzic, Dubes Roem Kono juga menjelaskan beberapa destinasi wisata unggulan yang dapat dikunjungi di Indonesia jika masa pandemi COVID-19 usai, seperti: Bali, Bandung, Yogyakarta, dan ibukota Jakarta.

Dubes Roem Kono berharap bahwa pengenalan produk Indonesia kepada pasar produk pertanian dan makanan di Bosnia dan Herzegovina melalui partisipasi dalam Plum Fair tahun 2021 ini dapat membuka kesempatan penjajakan kerja sama perdagangan secara langsungm antara pelaku usaha di Bosnia dan Herzegovina dengan Indonesia dimasa mendatang.

Kegiatan Plum Fair yang berlangsung di Gradacac tersebut, selama ini menjadi tradisi yang ikut berperan sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi dan membuka jaringan bagi pelaku usaha di Bosnia dan Herzegovina dengan rekanan mereka di negara-negara yang berada di kawasan balkan.

Saat pembukaan Plum Fair, Dubes Reom Kono, turut didaulat menggunting pita peresmian pameran, bersama Menteri Pertanian, Pengelolaan Air dan Kehutanan Federasi Bosnia dan Herzegovina, Semsudin Dedic, dan Perdana Menteri Kanton Tuzla, Kadrija Hodzic. (tro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *