Sindir Kinerja Gubernur, Tanam Pisang di Tengah Jalan 

  • Whatsapp
BUTUH PERHATIAN - Sejumlah warga menanami jalan berlubang dengan tanaman pisang sebagai bentuk protes terhadap kinerja Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Ahad (12/9) kemarin.

POHUWATO-GP- ‘Terima kasih Rusli Habibie, 2 periode menjabat jalan kami begini’ tulisan berwarna merah dengan huruf kapital itu dituliskan di sebuah spanduk putih,dan dibentangkan warga di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, tepat di ruas jalan penuh kubangan di wilayah itu. Dalam foto yang beredar, terlihat ada lima warga yang memegang spanduk itu dan membentangkanya di tengah jalan, sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang dinilai kurang perhatian dengan kondisi jalan tersebut. Bukan cuma itu, di tengah jalan juga terlihat pohon pisang yang baru saja ditanam. Pohon pisang itu ditanam tepat di sebuah kubangan di tengah jalan.

Protes warga terdahap kondisi jalan itu, kemudian jadi pembahasan warga net di media sosial. Apalagi salah satu warga menyampaikan surat “cinta” kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melalui akun Facebook Mahmudin Machmud, pada Ahad (12/9) kemarin. Surat cinta itu, mengkritik kinerja Gubernur atas kondisi jalan di Kecamatan Randangan yang menghubungkan Desa Motolohu Selatan, Huyula dan Desa Siduwonge.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahanya, akun bernama Mahmudin Machmud itu menyentil pembangunan infrastruktur, yang di gagas Gubernur Rusli selama dua periode menjabat yang saat ini membuat masyarakat makin inovatif. Dimana salah satu wujud inovasi yang dimaksud adalah masyarakat sudah mampu melakukan penanaman pisang di tengah kubangan jalan.

“Dan ini sangat kreatif sebagai bentuk kritik di masa pandemi ini. Jalan yang ada di tiga desa Kecamatan Randangan kabupaten Pohuwato, tepatnya di Desa Motolohu Selatan, Huyula dan Desa Siduwonge atau lebih familiar di sebut dengan jalan menuju bandara Kabupaten Pohuwato, kini telah di hiasi lubang-lubang yang tak beraturan, tidak sedikit masyarakat sekitar yang melintas di jalan ini kesal dan bahkan ada yang mengalami kecelakaan, karena kondisi jalan yang sangat tidak layak di sebut jalan apalagi di lintasi,” tulis Mahmudin. “Namun meskipun telah dibalut sakit hati, yang sangat mendalam atas kondisi jalan ini, masyarakat masih mampu mengucapkan terimakasih, atas atas jalan rusaknya, semoga setelah ini akan ada perbaikan jalan di tiga desa tersebut,” tambahnya.

“Jalan di desa itu wahai Gubernur Rusli Habibie yang terhormat, suka menjelma kalau hujan setiap hari akan jadi kolam-kolam (entah kolam apa), jika hujan sedang-sedang saja bisa dijadikan kebun pisang dan kalau musim kemarau bisa di jadikan sirkuit motor croos, tapi sesungguhnya pak Gub kami sebagai masyarakat menginginkan itu tetap menjadi jalan desa, kebun kami sudah punya, kolam juga sudah punya, maka harapan kami kedepan adalah tolong perbaiki jalan itu sebagaimana jalan bukan jalan multi fungsi. Kami sayang Gubernur, (Rusli Habibie), makanya surat cinta ini kami layangkan. Perbaiki jalan kami pak gubernur sayang, biar surat cinta ini tidak menjelma menjadi naska kutukan. I Love You Gubernur (Rusli Habibie),” unggahnya.

Sayang, surat “cinta” yang sempat viral di media sosial itu oleh beberapa kalangan justru dinilai salah alamat. Terlebih persoalan peningkatan infrastruktur jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Randangan itu merupakan wewenang pemerintah Kabupaten Pohuwato. Dilansir dari laman resmi news.puprprovgorontalo.com, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo Handoyo Sugiharto, menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PERMEN) No.34 Tahun 2006 tentang status jalan, keberadaan setiap ruas jalan yang ada di Indonesia terbagi menjadi 5 (lima) kewenangan, yang terdiri dari Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kota, Jalan Kabupaten serta Jalan Desa, sementara untuk ruas jalan yang dimaksud warga dalam surat “cinta” tersebut tidak masuk dalam daftar Ruas jalan Provinsi sesuai SK Gub.No.383/18/XI/2017. “Ruas jalan yang dimaksud pada Surat Cinta untuk Gubernur yaitu Ruas jalan Motolohu-Huyula yang ada di Kabupaten Pohuwato dan itu tidak masuk pada daftar ruas jalan Provinsi sesuai dengan SK Gubernur,” Jelas  Handoyo

Hal senada juga disampaikan Sekertaris Dinas PU Kabupaten Pohuwato, Erald Mohi. Dimana untuk ruas jalan yang menghubungkan Desa Motolohu Selatan, Huyula dan Desa Siduwonge merupakan ruas jalan Kabupaten yang saat ini untuk perbaikannya sudah akan diakomodir menggunakan dana PEN.  “Iya, itu ruas jalan Kabupaten. Kalau penangananya itu masuk di PEN, cuma penangananya hanya sampai 5 KM. Tapi sebenarnya untuk pelayanan disitu sudah bisa, cuma tinggal sisanya itu kita tidak bisa karena sudah masuk di kawasan hutan lindung,” ujarnya saat dihubungi, Senin (13/9) kemarin.

Lanjut kata Erald, untuk rencana perbaikan ruas jalan tersebut memang sudah dari tahun-tahun kemarin telah diupayakan pemerintah daerah, hanya saja dengan kondisi pandemi covid yang berdampak hampir di seluruh sektor pembangunan daerah ini membuat beberapa program peningkatan ruas jalan terpaksa ditunda. “Kalau usulanya kita justru sudah dari 2020 itu rencannya kita akan perbaiki. Kita pernah mau tangani lewat DAK, cuma karena pandemi jadi di refocusing oleh kementerian jadi itu kita tunda. Nah akhirnya karena ada dana PEN di 2021 ini jadi kita usulkan dan Alhamdulillah diterima, karena di PEN itu juga untuk program-program yang sudah siap perencanaanya,” pungkasnya. (ryn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *