Mall Tanpa Anak-anak,  Pengunjung Anjlok, Tenant Tak Tenang 

  • Whatsapp
Mall Tanpa Anak-anak,  Pengunjung Anjlok, Tenant Tak Tenang 

GORONTALO – GP – Suasana city mall Gorontalo, salah satu pusat perbelanjaan yang biasanya ramai, terlebih diakhir pekan, nampak sepi, Ahad (19/9) kemarin. Pemicunya, adanya edaran Gubernur Gorontalo tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di tempat-tempat umum. Regulasi itu yang membuat pengelola mall membatasi pengunjung, hanya yang telah divaksin yang boleh masuk mall, itu artinya tak ada anak-anak dibawah 12 tahun yang bisa masuk mall.

Seperti diketahui, anak-anak yang boleh divaksi hanya yang berusia 12-17 tahun. “Belum ada satu pun yang datang pak, kan dari depan (pintu masuk) tidak dizinkan, kemarin (Sabtu,red) juga tidak ada yang datang,”ujar petugas tempat bermain anak-anak di city mall Gorontalo, kemarin. Petugas perempuan itu bersama seorang rekanya, sudah standby di tempat kerja mereka. Biasanya kata dia, pada akhir pekan selalu ramai, kendati begitu sejak adanya Covid, pengelola membatasi jumlah pengunjung dan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. “Tidak tahu juga sampai kapan (pembatasan masuk mall), kita ikut pemerintah saja,”ujarnya. Untuk menggaet pengunjung, lanjut dia, pengelola tempat bermain telah menyiapkan diskon. Voucher diskon itu bahkan dibagi-bagikan ke warga yang hendak masuk kawasan mall. Tapi, kendati ada voucher diskon, tetap saja tidak bisa digunakan pengunjung anak-anak.

Bacaan Lainnya

Dibeberapa toko yang ada di mall, juga terlihat sepi, tempat makan di lantai dua bahkan ada beberapa yang tutup. Begitu pun dengan tenant-tenant lainnya juga memilih tidak membuka lapak jualan mereka. Kondisi itu jelas berdampak pada penghsilan mereka. Manager Operasional City Mall Gorontalo, Angelia Pondaag, juga mengakui, adanya pembatasan masuk mall ikut berpengaruh terhadap pendapatan para mitranya di City Mall Gorontalo. “Secara keseluruhan akan berpengaruh pendapatan, tapi kami berupaya membantu pemerintah mencegah Covid-19. Kami percaya, secara perlahan masyarakat akan teredukasi untuk mengikuti vaksinasi,”ucapnya.

Sejak sabtu (18/9), city mall Gorontalo memberlakukan kebijakan baru, yakni hanya yang telah divaksin yang bisa masuk mall. “Jadi untuk anak-anak, mohon maaf untuk sementara belum bisa masuk ke City Mall,”kata Angelia Pondaag. Untuk mengetahui mana warga yang sudah atau belum divaksin, manajemen City Mall Gorontalo telah menyediakan QR Code di bdepan pintu masuk utama dan pintu bagian utara. Pengunjung wajib melakukan scand barcode melalui aplikasi pedulilindungi.

Apabila pengunjung belum menginstal aplikasi tersebut, maka cukup menunjukkan sertivikat atau kartu vaksinasi dan e-KTP. “Masih banyak yang belum punya aplikasi, jadi kami dari pengelola mall memberikan toleransi bagi pengunjung yang membawa sertifikat vaksin, ditunjang dengan KTP,” kata Angelia. Angelia mengatakan, penerapan kebijakan wajib vaksin bagi pengunjung city mall merupakan tindaklanjut dari surat edaran Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie tertanggal 13 September 2021 tentang pencegahan penyebaran Covid-19 ditempat-tempat umum. “Sejauh ini, kami akan bekerjasama dengan satgas, kami akan sediakan sentra vaksin di sebelah kanan. Nanti bagi pengunjung yang belum divaksin, akan divaksin ditempat itu. Besok (Ahad, red) akan mulai jalan,” tandas Angelia.

Di tempat yang sama, anggota Satgas penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo, Marten Soleman mengapresiasi City Mall Gorontalo yang telah menindaklanjuti edaran Gubernur Gorontalo dengan menyediakan QR Code didepan pintu masuk. “Mudah-mudahan ini akan tersosialisasi dengan baik,” ujar alumnus IPDN itu.

Menurut Marten kebijakan serupa juga berlaku di tempat umum lainya, termasuk pasar, cafe, maupun restoran. “Untuk tempat-tempat umum lain, seperti cafe, tempat berbelanja, akan diberlakukan hal yang sama. Kami harap hal ini dapat ditindaklanjuti Pemkab dan Pemkot,” harap Marten. Kenyataanya, pemberlakuan pembatasan pengunjung di tempat umum belum berlaku rata. Sabtu (18/9) beberapa tempat umum masih ramai, termasuk adanya anak-anak yang belum wajib vaksin. Seperti di salah satu tempat makan/cafe di Jl Kalimantan, Kota Gorontalo. Pengunjung yang datang tidak diberlakukan pengecekan kartu vaksin, yang ada hanya mengukuran suhu tubuh. Terlihat pula anak-anak tak wajib vaksin yang datang bersama orang tua mereka. Begitu pun di salah satu supermarket di kawasan jalan kalimantan, tak ada pengecekan kartu vaksin.
(tro/rwf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *