Pemkot Gorontalo, Raih TPID Award Dua Tahun Beruntun

  • Whatsapp
Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid menerima penghargaan TPID Award, terbaik kawasan Sulawesi yang diserahkan Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, Jumat (1/10). (Foto : pemkot/PKP)

GORONTALO, GP – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menambah koleksi prestasinya dari Pemerintah Pusat, setelah sukses meraih Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) award terbaik 2021 kategori Indeks Harga Konsumen (IHK) dikawasan Sulawesi.

Penghargaan tersebut dinobatkan kepada Pemerintah Kota Gorontalo, karena mampu mengendalikan harga barang kebutuhan pokok, meski tengah dilanda pandemi. Hebatnya, prestasi ini pernah didapatkan Pemerintah Kota Gorontalo pada tahun 2020 silam. Dengan demikian, Pemerintah Kota Gorontalo sukses meraih TPID award terbaik dua tahun beruntun.

Bacaan Lainnya

Penghargaan TPID Award 2021 sendiri diserahkan oleh Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, bertempat di hotel aston, Jumat (1/10) pekan kemarin.

Kepala Bagian Perkonomian Kota Gorontalo, Taufik Dunggio menjelaskan, indikator penilaian TPID Kota Gorontalo, berdasarkan perhitungan inflasi menggunakan indikator IHK. Yaitu, kata Taufik, menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dapat dikonsumsi dalam kurun waktu tertentu.

“Hasil itu kita tempuh menggunakan langkah strategi 4 K. menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersedian pasokan, kelancaran distribusi, dan terjalinnya komunikasi yang efektif,” jelas Taufik saat mendampingi Sekda Ismail Madjid usai menerima penghargaan TPID Award.

Selain melakukan upaya pengendalian harga, Taufik mengatakan, pihaknya juga turut menjaga daya beli masyarakat dan memberikan bantuan stimulus untuk pengembangan sektor UMKM, agar tetap beroperasi.

“Kemudian membuat inovasi Patali Shoping Point. Dimasa PSBB pandemi, terobosan yang menggunakan aplikasi berbasis WhatsApp ini, sangat membantu warga memenuhi kebutuhannya. Inovasi Patali Sopping Point menjadi ikon pemkot dimasa PSBB. Sistem belanja secara online ini, memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan tanpa kontak fisik,” jelas Taufik.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo Ismail Madjid mengatakan, daya beli masyarakat menjadi unsur penting dalam TPID Award. Faktor ini terjaga karena mendapat subsidi dari Pemerintah Kota Gorontalo melalui program gratis lahir sampai mati.

“Ketika kita tarik kebelakang ini sangat berkorelasi, sebagai salah satu pendorong daya beli masyarakat,” ujar Ismail. Lebih lanjut, Ismail menguraikan, program yang mengakomodir kebutuhan dasar masyarakat itu, di aktualisasikan dengan bantuan produktif guna menghemat pengeluaran masyarakat. “Contohnya menggratiskan izin usaha, serta bantuan alat produksi untuk pengembangan UMKM,” ucap Ismail.

Dalam perjalanannya, lanjut Ismail, program yang dicetus Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, sejak 2014 itu, menjadi pendongkrak indikator setiap apresiasi yang digondol Pemerintah Kota Gorontalo.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pengawasan terhadap inflasi dilakukan secara berkala dengan melibatkan pemangku kepentingan. “Kita juga turun melakukan operasi pasar, dan menggelar pasar murah untuk mengurai terjadinya inflasi di daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Ekonomi ATR/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti dalam sambutannya menyebut, sinyal positif tanda-tanda pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo mulai berlangsung.

“Perbaikan ekonomi provinsi gorontalo mengalami perbaikan hingga mencapai 3,43 % secara year on year di triwulan II tahun 2021, setelah mengalami kontraksi sejak pandemi covid-19 melanda triwulan II tahun 2020,” ucapnya.(rwf/adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *