Pameran Lukisan, ‘Bakar Manyala’ Kolaborasi Gorontalo-Sulut

  • Whatsapp
Pameran lukisan Perupa Gorontalo dan Sulawesi Utara bertajuk Bakar Menyala di Riden Baruadi Galeri. (Foto ; Irvan/GP)

GORONTALO – GP – Pertama kalinya perupa dari dua daerah yaitu Gorontalo dan Sulawesi Utara, menampilkan karya seni. Dalam sebuah pameran bertajuk Bakar Menyala di Riden Baruadi Galeri, mulai 9 – 20 November 2021.

Pameran yang berlokasi di Jalan Raja Eyato, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo itu, melibatkan 23 peserta. Diantaranya 12 perupa dari Gorontalo dan 11 perupa dari Sulawesi Utara. Pameran ini dibuka untuk umum. Mulai pukul 10.00-15.00 wita. Perupa Gorontalo, Muhammad Djufryhard mengatakan, pameran lukisan perupa Gorontalo dan Sulawesi Utara ini menjadi kolaborasi pertama kalinya.

Bacaan Lainnya

“Kolaborasi Gorontalo dan Sulawesi Utara ini pertama kali terselenggara. Sekali lagi kolaborasi ini bisa memperat kita semua,” ujarnya saat pembukaan pameran lukisan Perupa Gorontalo dan Sulawesi Utara yang bertajuk Bakar Menyala, Senin, (08/11).

Sementara itu, Perupa asal Sulawesi Utara Alfred Pontolondo mengatakan, kesempatan kolaborasi ini menjadi kesempatan yang baik. Ini berawal dari diskusi santai. “Ketika kami datang disini ada semangat yang besar seperti adanya percikan api yang menggerakkan kami,” ujar Alfred.

Percikan api yang menggerakkan, sesuai tema pameran kali ini yaitu Bakar Menyala. Ini sejalan dengan ruang seni dan rupa yang menegasikan tentang semangat dan komitmen untuk memperkenalkan serta menyebarkan pesan-pesan persaudaraan dan perdamainan melalui ragam karya dan teknik seni rupa.

Alfred menambahkan saat ini poros seni rupa dikombinasi dari daerah Bandung, Jakarta, Bali hingga Surabaya. Karena itu ke depan, kolaborasi poros seni rupa di wilayah Sulawesi, bisa melakukan hal yang sama. “Nanti kita coba ajak daerah lainnya seperti Palu dan daerah lain yang saya kira kita bisa menata energi ini secara bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, Perupa Suleman Dangkua menambahkan terwujudnya pameran Bakar Menyala, merupakan kolaborasi perupa yang memiliki semangat yang sama. “Dari hasil Kongkow-kongkow sehingga membakar semangat kita agar lebih memusatkan pada pameran ini,” ujarnya. (Mg-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *