Isyarat Rusli, Cagub-Cawagub Kader Golkar 

  • Whatsapp
Rusli Habibie didampingi Syarif Mbuinga dan Idah Syaidah pada Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Paguat, Selasa (16/11) kemarin. (foto : Ayi/Gorontalo Post)

POHUWATO -GP- Di Pilgub 2024 mendatang, ada kemungkinan Golkar Gorontalo akan menutup pintu bagi figur eksternal. Partai berlogo Pohon Beringin rindang itu akan memberi prioritas bagi kadernya untuk mengisi posisi calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung Golkar. Ketua DPD I Golkar Gorontalo, Rusli Habibie sudah memberikan isyarat ini saat menghadiri musyawarah kecamatan (Muscam) Golkar Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Selasa (16/11), kemarin.

Pada kesempatan itu, Rusli menegaskan tidak menutup kemungkinan partai Golkar akan mengusung dua kadernya sekaligus sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur. “Kekuatan timur-barat ini sangat kuat. Bisa saja yang diusung dua-duanya adalah kader Golkar. Entah merepresentasikan tokoh Golkar dari barat dan timur atau timur dan barat. Nanti kita lihat survey,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, Rusli mempersilahkan kader-kader yang dipersipkan partai ke Pilkada untuk mensosialisasikan diri ke masyarakat. “Saya persilahkan kader-kader. Pak Roem Kono, pak Syarif Mbuinga, ibu Idah, pak Marten, pak Tomas, siapa saja kader-kader Golkar yang ingin menjadi calon gubernur, bupati, dan walikota, mulai sekarang harus turun,” kata Rusli.

Partai Golkar sendiri kata Rusli masih menganut survei. Meskipun ada kader yang gadang-gadang di internal partai, tapi surveinya kurang bagus maka kecil kemungkinan akan dicalonkan. “Karena target kita menang,” tambahnya. Diakuinya, bahwa saat ini sudah ada tiga nama yang begitu intens turun melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Saya lihat ada tiga ya, kalau kita mau mengukur kuat itu dari survey. Ada tiga kader yang mulai turun, yaitu pak Syarif, ibu Idah, dan pak Marten. Pak Marten sudah dua kali turun ke Boalemo menyerahkan bantuan bagi korban banjir, juga ke Gorontalo Utara. Kalau pak Syarif minggu lalu saya lihat aktif di Boalemo, hampir semua muscam-muscam beliau hadir di Boalemo,” tutur Rusli.

Namun, siapa yang paling pantas menggantikan posisinya di pucuk kepemimpinan partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie tanpa ragu-ragu menyebutkan nama Syarif Mbuinga. “Pak Syarif juga termasuk yang dipersiapkan oleh kader-kader lain. Bahkan kemarin, kalau saya tidak maju lagi (pada Musda DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, red) maka mereka sampaikan bahwa pak Syarif yang ganti saya. Tapi saya masih dipercaya oleh mereka dan saya mendapat rekomendasi dari DPP. Setelah saya mungkin pak Syarif, apalagi kalau dia punya kedudukan di eksekutif provinsi, lebih bagus lagi,” ungkap Rusli.

Sementara itu, Syarif Mbuinga saat dikonfirmasi menyampaikan kesiapannya untuk bersaing dengan kader-kader partai untuk menjadi calon Gubernur Gorontalo dari partai Golkar. “Kita lihat saja nanti lah. Kerja-kerja politik bukan kerja yang instan, bukan kerja-kerja yang hanya mengandalkan didirect oleh orang lain. Tapi bagaimana muncul sebagai personal atas nama organisasi dan mampu mengajak kekuatan yang ada untuk siap menghadapi kompetisi seberat apapun dia. Bisa itu kekuatan eksternal maupun internal,” kata Syarif.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi mengatakan bahwa sampai dengan saat ini Golkar Pohuwato masih solid dalam memperjuangkan Syarif sebagai calon gubernur dari partai Golkar. “Sebagaimana usul di beberapa Muscam (Musyawarah Kecamatan) itu menyuarakan beberapa sikap politik kader. Dan amanah Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Pohuwato itu juga merekomendasikan Syarif Mbuinga menjadi calon gubernur. Itu adalah amanah Musda, sebagai Ketua DPD II saya menyampaikan dan menjalankan amanah itu,” pungkasnya. (ayi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *