Mangrov Rusak, Stop Izin Tambak

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama unsur Forkopimda saat menanam mangrove di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa (16/11). (Foto: Salman).

MARISA – GP – Kondisi hutan mangrov di Kabupaten Pohuwato yang rusak, cukup mengkhawatirkan. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, meminta pemerintah daerah setempat segera menghentikan aktivitas perusakan mangrove, termasuk pemberian izin tambak udang di kawasan pesisir yang membabat habis hutan mangrov. “Ibu (Wakil Bupati) sekarang sudah di eksekutif, jangan lagi memberikan izin jangan mentolerir oknum oknum yang ingin merusak lingkungan. Terutama sepanjang ini (pesisir pantai) itu lahan lahan tambak udang sangat sangat mengancam kita. Ratusan hektar mangrove dirusak oleh orang orang tidak bertanggung jawab,” tegas Gubernur Rusli Habibie, saat penanaman 35 ribu bibit mangrove bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus, dan Danrem 133 Nani Wartabone, Brigjen TNI Amrin Ibrahim, do Desa Palopo, Marisa, Selasa (16/11).

Rusli prihatin melihat kondisi hutan mangrov yang disulap menjadi ladang tambak, padahal kata dia, fungsi hutan mangrove sangat penting untuk lingkungan. Makanya, ia menekankan, izin tambak ikan dengan mengorbankan ratusan hektar lahan mangrove harus segera dihentikan. Rusli juga mengingatkan kepada warga untuk melestarikan lingkungan untuk generasi masa depan. Berbagai musibah dan bencana alam yang terjadi akhir akhir ini tidak terlepas dari ulah manusia yang merusak dengan penebangan liar dan pertambangan liar.

Bacaan Lainnya

Terkait penenaman mangrov, ia berharap aksi tanam mangrove yang diinisiasi oleh Korem 133/NW bekerjasama dengan BPDASHL Bone Bolango itu dapat terus dijaga hingga tumbuh subur. Dalam banyak kasus, katanya, penanaman pohon semacam ini hanya berakhir pada acara seremonial. “Saya sering lihat berita, pak gubernur, bupati dan lain lain menanam pohon sekian ribu, tapi kita tidak pernah liat lagi apakah dia hidup atau tidak. Jadi di sini yang penting adalah kelanjutan dari menanam. Kita tanam 53.000 syukur syukur yang hidup ada 3.000,” pintanya.

Di tempat yang sama, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim menjelaskan penanaman 53.000 pohon dilakukan serentak di sejumlah kabupaten yakni Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo dan Bone Bolango. “Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian kita bersama untuk menanam pohon. Mangrove penting untuk konservasi alam. Kami mengucapkan terima kasih kepada BPDASHL yang telah menyiapkan pohon,”tutur jenderal bintang satu itu. (tro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *