Pabrik Gula Gorontalo Beri Reward 30 Petani Teladan

  • Whatsapp
Manager Plantation PT PG Gorontalo Ir Riyadi saat memberikan hadiah berupa mesin semprot (sprayer elektirk) sebagai bentuk reward kepada para petani tebu teladan 2021. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

GORONTALO – GP- Perhatian PT Pabrik Gula Gorontalo (PGG) terhadap para petani tebu berprestasi patut diacungi jempol. Buktinya, pabrik gula terbesar dan satu-satunya di Gorontalo itu kembali memberikan reward atau penghargaan kepada 30 petani teladan, Rabu (17/11/21).  Pantauan Gorontalo Post, jika tahun lalu acara serupa dilaksanakan di gudang penyimpanan gula PGG Gorontalo. Kali ini panitia memilih tempat di Bukit Laskar yang bertempat di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo.

Alasan dipilihnya tempat tersebut diakui Ketua Panitia penyelenggara Solihin karena suasananya lebih nyaman, adem di alam yang bebas di tengah perkebunan tebu milik Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Provinsi Gorontalo Ir.Wasito Somawiyono. “Alhamdulillah tidak terasa musim giling tahun 2021 telah berakhir, disisi lain produksi gula tahun 2021 lebih baik dari tahun 2020,”kata Solihin. Diungkapkan Solihin, dari laporan tebangan KSO, pada 2020 kemarin mencapai 74.50 Ton Cane Hektare (TCH) dengan jumlah petani sebanyak 571 orang dan luas tebangan tebu 854.75 Ha.

Bacaan Lainnya

Sementara pada 2021 mencapai 80.18 TCH dari jumlah petani sebanyak 577 orang dan luas tebangan tebu 932.01 Ha. Dari data tersebut nampak jelas bahwa jumlah petani tebu maupun luas tebangan tebu mengalami peningkatan signifikan yang berdampak pula terhadap peningkatan jumlah produksi gula di PT PG Gorontalo. Sehingga atas dasar ini perusahaan jelas Solihin memberikan apresiasi kepada petani dan kelompok tani tanpa melihat dari asal KPTR mana. “Karena hanya sebagian KPTR yang akan mendapatkan hadiah jika menggunakan sistem seperti tahun-tahun sebelummnya. Dengan pemberian hadiah ini dapat memberikan semangat kepada petani dan kelompok tani yang lain agar pendapatan petani lebih baik dari tahun kemarin,”tutup Solihin sembari menambahkan, bahwa hadiah tersebut berupa knapsack sprayer elektirik, kostum, dan gula.

Diwawancarai terpisah Managaer Plantation PT PG Gorontalo Ir Riyadi kepada wartawan koran ini mengatakan, bahwa manajemen PT PG Gorontalo memberikan penghargaan kepada seluruh petani teladan yang ada di Kabupaten Boalemo maupun Kabupaten Gorontalo dengan tujuan agar bisa memberikan motivasi dan semangat untuk bermitra dengan PT PG Gorontalo. Selain itu kata Riyadi, untuk memperluas tanaman tebunya sehingga target-target produksi gula bisa tercapai untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun lokal. “Ya, Tahun ini produksi gula mencapai 51.175 Ton dari Target 60 Ribu Ton. Memang jauh dari target karena dapat dimaklumi terkendala cuaca yang sering hujan, kemudian penebangan maupun pengangkutan agak terhambat sehingga ikut mempengaruhi kualitas dan hasil produksi tebu menurun,”jelas Riyadi.

Namun demikian pihaknya kata Riyadi, bersyukur tahun ini meningkat dari tahun 2020 kemarin. Upaya yang dilakukan untuk mencapai target dijelaskan Riyadi yakni budi daya tanaman tebu yang baik, kebersihan kebun, pengangkutan dan penggilingan yang cepat, sehingga mendapatkan randemen gula yang tinggi. Untuk produksi gula PT PG Gorontalo menurut Riyadi kualitasnya nomor satu.

Ketika disinggung soal dukungan pemerintah diakui Riyadi selama ini cukup bagus. Hanya saja pihaknya mengalami kendala di sosial masyarakat yang masih harus ditingkatkan lagi kerjasamannya agar bisa saling mengerti bahwa keberadaan pabrik gula sangat berarti bagi masyakat Gorontalo terutama untuk kesejahteraan maupun untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Riyadi berharap target kedepan luas lahan tebu harus bisa ditingkatkan lagi, misalnya dari setiap petani, yang sebelumnya hanya mengolah 1.200 Ha tanaman tebu, maka ditingkatkan menjadi 5 Ribu Ha.

Supaya masyarakat sejahtera, pasar ramai perokonomian tumbuh dan maju dengan pesat. “Itulah tujuan PGG, hadir yang tak lain untuk mensejahterakan masyarakat. Kami ingin agar lahan tidur dan kurang dimanfaatkan bisa dekelola untuk tanaman tebu. PGG akan bantu untuk operasional. Kita harus terus berinovasi, jika tidak ada inovasi maka hasilnya biasa saja,”imbuh Riyadi. Lebih lanjut Riyadi mengajak masyarakat yang ingin menjadi petani tebu yang tak memiliki lahan, solusinya bisa sewa lahan, tenaga, bawa truk sendiri maka hasilnya juga pasti menjanjikan sepertihalnnya petani-petani tebu lain yang sudah sukses. “Kita harus bermimpi, tanpa mimpi maka tidak ada harapan. Petani harus berinovasi, kerja keras. Apa yang kita tanam, maka pasti kita akan tuai hasilnya. KPTR harus memberikan arahan dan mengontrol petani. Memberi motivasi dan arahan, sharing untuk pecahkan masalah, harus mampu tampug aspirasi petani. Tukar pikiran untuk kemajuan petani tebu. Kami akan terus support pengembangan usaha petani tebu di Gorontalo,”tandas Riyadi.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ir.Wasito Somawiyono yang juga mewakili KPTR Provins Gorontalo mengapresiasi para petani yang berprestasi tahun ini. “Sebagai wujud syukur dan terima kasih para petani tebu yang selama ini telah bermitra dengan PT PG Gorontalo. Disaat petani padi dan tanaman lain Anjlok, namun petani tebu malah naik daun,”ungkap Wasito.

Diakui Wasito, yang menjadi kendala utama petani tebu saat ini kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Kedepan Warsito berharap kepada pemerintah bisa memperhatikan lagi kebutuhan masyarakat khususnya petani tebu untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi demi peningkatan produktivitas tanaman tebu mereka. “Jika petani sejahtera tentu negara juga akan merasakan dampaknya, rakyat miskin dan jumlah penangguran makin berkurang. Daerah menjadi lebih maju. Maka mari kita jaga bersama PT PG Gorontalo ini sebagai aset yang paling berharga bagi daerah, baik dalam peningkatan PAD yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,”kunci Warsito. (adv/roy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *