2022 Optimis Ekonomi Gorontalo Bangkit

  • Whatsapp
APRESIASI - Sejumlah pelaku UMKM di Gorontalo mendapat penghargaan Bank Indonesia sebagai sektor yang turut menggerakkan ekonomi Gorontalo. (foto : dok-bi)

GORONTALO – GP – Pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang terkontraksi hingga -1,98 persen pada triwulan pertama tahun 2021, dipastikan akan terus membaik. Bahkan tahun depan akan ada trend positif pertumbuhan ekonomi, seiring geliat ekonomi yang makin terasa belakangan ini. Bank Indonesia memprediksi secara nasional pertumbuhan ekonomi tahun depan yakni 4,7 persen – 5,5 persen, atau tumbuh dari 3,2-4,0 % pada tahun 2021. Hal ini terungkap dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia, Rabu (24/11) kemarin.

Wagub Gubernur Gorontalo Idris Rahim, yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun pemulihan ekonomi yang ditandai dengan akselerasi perbaikan perekonomian di tingkat daerah dan nasional. Pada tahun 2021 juga terjadi penurunan pengangguran terbuka di Gorontalo sebesar 3,01 persen. “Kita semua sepakat bahwa perekonomian tahun 2021 sudah mengalami akselerasi. Insya Allah di tahun 2022 mendatang perekonomian akan tumbuh lebih cepat dan lebih baik lagi. Kuncinya, vaksinasi harus terus kita genjot dan masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan,” kata Idris.

Bacaan Lainnya

Pertemuan Tahun BI 2021 mengangkat tema “Bangkit dan Optimis : Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi”. Idris menilai, agenda rutin tahunan BI ini merupakan forum yang sangat strategis dalam mengevaluasi perkembangan perekonomian sepanjang tahun 2021, serta melihat prospek tahun 2022.

Dalam paparanya, kepala kantor perwakilan Bank Indoensia Gorontalo, Budi Widihartanto mengatakan, optimisme pertumbuhan ekonomi mulai terlihat di Gorontalo seiring dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah termasuk Bank Indonesia, dalam menggenjot pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19. “Saya mengapresiasi juga peran perbankan di Gorontalo yang telah bekerja keras,”katanya.

Menurut Budi, salah satu indikator perbaikan ekonomi di daerah, yakni adanya percepatan realisasi belanja anggaran pemerintah, dari APBD maupun APBN. BI kata dia ikut memantau realisasi itu. “Alhamdulillah Gorontalo sampai saat ini (realisasi) sudah 88,48 persen,”katanya. Angka itu merupakan tertinggi di Indonesia. Ia mengapresiasi peran pemerintah daerah yang serius menggenjot serapan anggaran.

Ia berharap sinergi dan inovasi yang strategis antara Bank Indonesia dengan seluruh stakeholders baik di tingkat daerah hingga nasional dapat terus berlanjut sehingga tujuan dalam mewujudkan pembangunan, serta stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dapat terwujud.

Sementara itu, dari Jakarta, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7-5,5 %, dari 3,2-4,0 % pada tahun 2021, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. “Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sector ekonomi, dan stimulus kebijakan,”katanya.

Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022. “Penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas masal dari pandemi Covid-19 dan pembukaan kembali sector ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural,”ujar Gubernur BI. (tro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *