Kisah Inspiratif : Nurain Bone, Dulu ASN Kini Enterpreneur Sukses

Enterpreneur wanita muda, Nurain Bone, ketika mengajak para tamu undangan yang hadir dalam peresmian toko Rumah Hijab Ummu Hafidz untuk melihat produk terbaru yang dijual di toko terbarunya itu, Ahad (19/12). (Foto : Rendi Wardani Fathan/Gorontalo Post)
Enterpreneur wanita muda, Nurain Bone, ketika mengajak para tamu undangan yang hadir dalam peresmian toko Rumah Hijab Ummu Hafidz untuk melihat produk terbaru yang dijual di toko terbarunya itu, Ahad (19/12). (Foto : Rendi Wardani Fathan/Gorontalo Post)

GORONTALO – GP – Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi idola para lulusan perguruan tinggi di Gorontalo. Hal itu tak lain karena jaminan keberlangsungan hidup mereka. Pasalnya, menjadi ASN pasti akan mendapat gaji bulanan tetap dengan nilai yang cukup tinggi. Apalagi, telah menduduki jabatan, selain gaji, mereka juga akan mendapat tunjangan jabatan.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi Nurain Bone. Istri dari Fandi Herman Yantu ini, justru lebih memilih mundur sebagai aparat negara pemerintahan dan memilih menjadi seorang enterpreneur. Menjadi seorang enterpreneur, Nurain punya alasan kuat yaitu background keluarganya adalah pengusaha.

Bacaan Lainnya

 

“Saya lebih memilih jadi pengusaha, karena termotivasi dari ke dua orang tua saya yang sukses menjadi pengusaha. Dan dengan menggeluti dunia usaha juga, saya bisa kembali ke fitrah sebagai seorang istri dari suami saya dan ibu dari anak-anak. Dimana, saya punya lebih banyak waktu untuk keluarga,” kata wanita yang terangkat sebagai ASN pada 2014 silam itu.

 

Nurain memilih usaha hijab. Usahanya mulai dijalankan 1 Januari 2018. Awalnya, kata Nurain, dagangannya dipasarkan secara online dengan modal awal Rp 30 Juta. “Modal awal saya itu, Rp 30 Juta. Saya jualan secara online dengan memanfaatkan media sosial yang digandrungi oleh kaum hawa,” ucap mantan ASN yang tugas pertamanya di Puskesmas Molibagu sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes) itu.

 

Secara perlahan, usaha Nurain mengalami perkembangan hingga pada akhirnya ia bisa memiliki sebuah toko yang terletak di Kecamatan Dungingi, tepatnya di kompleks Q-Mart Store 2. Nurain menamai usahanya Rumah Hijab Ummu Hafidz.

 

Ia terus mengembangkan usahanya dengan menjual produk hijab yang terupdate dan diminati oleh konsumen. Dengan cara seperti itu, kini Nurain telah memiliki dua buah toko dan satu toko parfum yang dikelola sang suami.

 

“Alhamdulillah, ini adalah tempat usaha saya yang baru. Dan hari ini baru saja diresmikan,” ujar pengusaha wanita muda itu ketika diwawancarai Gorontalo Post, usai pengresmian toko barunya yang terletak diruas jalan Agus Salim, Kota Gorontalo, Ahad (19/12).

 

Menjadi pengusaha, Nurain tentu pernah mengalami sedikit hambatan dalam mengembangkan usahanya. Namun, dengan kegigihannya serta dukungan dari keluarga, terutama orang tua dan sang suami, Nurain bisa mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

 

“Alhamdulillah, orang tua saya sangat mendukung saya. Begitu juga suami, dia sangat mendukung. Terutama ketika saya menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha. Dan dukungan mereka ini tidak hanya nanti sekarang, sejak saya memilih mundur dari ASN dan menjadi pengusaha suami dan orang tua sudah memberikan dukungan yang penuh,” tuntas Nurain.(adv/rwf)

Pos terkait