Diskusi LBP-Disway National Network, Pentingnya Hilirisasi Industri

Menteri Koordinator Marves, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Disway National Network dipimpin Dahlan Iskan saat diskusi di kantor Kemenko Marves, Senin (10/1). (foto : disway)

JAKARTA – GP – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) memaparkan sejumlah rencana pemerintah terkait hilirisasi industri Indonesia. Hal ini disampaikan Luhut saat diskusi bersama ratusan pimpinan media dalam jaringan Disway National Network (DNN) yang dipimpin Dahlan Iskan, Senin (10/1) secara virtual.

Menko Luhut secara ekslusif menjelaskan terkait program jangka panjang hilirisasi industri mineral dan green energy itu. Luhut dengan ‘pede ‘ mengatakan hingga tahun 2030 rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,8 persen. Dengan capaian peningkatan GDP per kapita Indonesia di USD 9.980/thn.

Bacaan Lainnya

Statemen ini sempat di-ceteluk-i oleh Dahlan Iskan. “Ambisi sekali.’’ Dalam paparannya, Luhut didampingi dua anak muda staf ahlinya.

Hilirisasi harus segera dimulai lantaran komoditas mentah yang selama ini jadi andalan ekspor Indonesia sangat rentan shock eksternal.

Indonesia ditahun 2017 menyetop ekspor nikel. ‘’Saya sempat dibully, tapi demi bangsa ini, kita maju terus.’” Faktanya, paska itu terjadi kenaikan ekspor besi dan baja. Jika ditahun 2010 kontribusi ekspor besi dan baja diangkat 0,8 persen, maka tahun 2020, naik menjadi 6,2 persen dari total ekspor. Hilirisasi industry mineral juga terbukti memperkuat neraca ekspor. Otomatis, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah karena adanya peningkatan dollar di dalam negeri.

Tahun 2021, total nilai ekspor Indonesia dari 2011 hingga 2021 naik USD 25 miliar, yang 70 persen disumbang ekspor iron dan besi ke China. ‘’Saat ini defisit angka ekspor kita ke China tinggal USD 4 miliar lagi. Sementara tahun 2011 kemarin terjadi defisit nilai ekspor hingga USD 27 miliar.’’ Melihat tren ini, Luhut yakin,tahun 2022, Indonesia bisa surplus ekspor ke China.

Hilirisasi industry mineral pun secara signifikan memberikan dampat ekonomi bagi dua provinsi di Indonesia Timur. Yaitu, Sulawesi Tenggara dan Kalimanta Utara. Kedepan, ada tiga rencana hilirisasi industry Indonesia. Pertama, membangun basis industry bernilai tambah tinggi. ‘’Yaitu, memproduksi sendiri chip/semikonduktor dan ekosistemnya, EV serta software engineering.’’
Kemudian mengalokasikan sumber energy rendah emisi (green) untuk industry bernilai tambah tinggi. ‘’Terakhir, kita akan mengirim anak muda Indonesia untuk belajar teknologinya. Mungkin selama 3 sampai empat tahun. Setelah itu kita tarik untuk mendevelop industry di negeri sendiri.’’ujarnya.

KESEHATAN

Potensi pengembangan industri kesehatan di Indonesia cukup besar. Hal ini diakui Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, kemarin. “Selama ini, jumlah rumah sakit dan dokter di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa yakni sebesar 64 persen. Diantaranya merupakan rumah sakit swasta dan 92 persen tidak terikat,” beber Menko Marves. Data Kementerian Kesehatan pada 2019 terdapat 2.465 rumah sakit di Indonesia, 51.398 dokter dan 29.613 dokter spesialis. Ketersediaan rumah sakit di Indonesia didominasi oleh keberadaan rumah sakit swasta dengan proporsi sebesar 64 persen dari total rumah sakit. “Sementara belanja kesehatan Indonesia merupakan yang terendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya yakni hanya 2,9 persen, dari total PDB 1,2 tempat tidur per seribu penduduk.

Serta dokter 0,4. Ini yang membuat masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri,” paparnya. Sedangkan belanja kesehatan negara lain seperti Jepang 11,1 persen, Korea Selatan 8,0 persen, Cina 5,1 persen. Malaysia 3,9 persen, Thailand 3,7 persen, dan India 3,5 persen. “Dengan jumlah yang terendah di antara negara Asia, sistem layanan kesehatan Indonesia memiliki banyak ruang untuk berkembang,” nilainya. Pengembangan Pariwisata Medis. Pengembangan pariwisata medis di Indonesia juga didukung oleh tingginya permintaan terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dari dalam negeri.

Selama ini masyarakat lebih memilih berobat ke luar negeri tentu dengan alasan kualitas. PricewaterhouseCoopers (PwC) pada 2015 telah melakukan analisis. Hasilnya, tercatat sebanyak 600.000 orang Indonesia merupakan wisatawan medis. Indonesia menjadi yang terbesar mengalahkan Amerika Serikat dengan 500.000 orang, yang melakukan perjalanan wisata medis.
“Sementara, berdasarkan rilis Bank Dunia pada tahun 2018, sekitar 60 persen turis medis di Malaysia berasal dari Indonesia. Sedangkan di Singapura, sekitar 45 persen turis medis berasal dari Indonesia,” ungkapnya.

Kemenko Marves telah memetakan wilayah di Indonesia yang cocok dijadikan sebagai kawasan wisata medis. Terdapat 10 wilayah utama dimana pengeluaran outbound merupakan yang tertinggi untuk wisata medis diharapkan di masa depan. Yakni Jakarta, Medan, Bali, Riau, Kepulauan Riau, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Palu, dan Palembang. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Roland Berger, Jakarta, Medan, dan Bali terpilih sebagai kota yang berpotensi untuk dijadikan sebagai daerah pengembangan wisata medis di Indonesia. “Pengembangan pariwisata medis di Bali sangat memungkinkan melihat potensi yang telah ada selama ini,” katanya.

Bali memiliki 71 rumah sakit dengan 19 rumah sakit menerima pasien Covid 19. Kemudian terdapat 971 dokter, dan 1.669 dokter spesialis. Selain pengobatan konvensional, Bali juga memiliki banyak pengobatan alternatif seperti akupuntur, pengobatan hipnosis, dan alternatif wisata penyembuhan kesehatan alami lainnya yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. “Sebagian besar wisata medis di Bali berada di Ubud, namun kini telah menyebar di daerah Canggu, serta Bali bagian utara,” imbuhnya.

DISWAY NATIONAL NETWORK

Meeting bersama Menko Marves, kemarin, mengawali launching Disway National Network (DNN) yang rencananya April Tahun 2022. Pre-launching ini diikuti 220 pimpinan media jaringan Disway yang berjumlah 139 media, tersebar di seluruh Nusantara. (dnn)

Pos terkait