Kapolda Copot Langsung Seragam Rinto

TAK MAIN-MAIN : Kapolda Irjen Pol Akhmad Wiyagus, mencopot seragam polisi Bripka Rinto, saat upacara PTDH di lapangan Mapolda Gorontalo, Rabu (19/1). (foto : humas polda)

GORONTALO -GP– Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Akhmad Wiyagus, tidak main-main dengan anggotanya yang mbalelo dari tugas kepolisian. Seperti Bripka AYK alias Rinto, terhitung sejak (19/1) kemarin, bukan lagi anggota Polri.

Hal itu ditandai dengan digerlanya upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTHD) terhadap Rinto. Kapolda Irjen Pol Ahmad Wiyagus, yang mencopot sendiri seragam Polisi dari bos investasi bodong FX Family itu, kemarin.

Bacaan Lainnya

Seragam kebanggaan insan bhayangkara itu, kemudian diganti dengan kemeja batik biasa. Selanjutnya Kapolda menyerahkan surat PTDH yang diisi dalam map bercorak batik warna cokelat. Usai pencopotan seram polisi, Rinto dikawal dua anggota Provost kembali ke rumah tahanan Polda Gorontalo.

“Alhamdulillah hari ini (kemarin,red) kami melakukan PTDH kepada salah satu oknum polri yang terlibat tindak pidana yang masyarakat menyebutnya investasi bodong,” ungkap Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus.

Ada tiga oknum polisi yang di-PTDH kemarin, selain Rinto ada Brigadir SM sebagai Bintara Pelayanan Markas (Yanma) Polda Gorontalo, dan Briptu RS, sebagai Bintara Dit Samapta Polda Gorontalo.

Hanya saja, SM dan RS tidak hadir langsung saat upacara PTDH, keduanya hanya diwakilkan ‘foto’, yang kemudian dicoret Kapolda dengan tinta merah.

Kapolda Irjen Akhmad Wiyagus menegaskan, pemecatan ini merupakan hal yang harus dilakukan karena negara dirugikan atas tindakan mereka.

Sebab, mereka masih menerima kompensasi gaji, padahal tidak melaksanakan tugas sebagaimana tanggungjawab, justeru ada yang terlibat pidana, yakni pidana bidang perdagangan, tindak pidana tipu dan penggelapan dan perbankan sera TPPU (Tindak Pidana Pencuci Uang).

Oknum dimaksud adalah Rinto, owner FF Family, yang kasusnya kini sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Seperti diketahui, investasi FX Family melibatkan ribuan member di Gorontalo, saat ini para member menuntut pengembalian uang mereka, lantaran merasa tertipu.

Kapolda menegaskan, tindakan pemecatan ini merupakan bentuk ketegasan kepolisian dalam hal ini Polda Gorontalo dalam menindaki personilnya yang terseret masalah hukum dan indisipliner serta kode etik.

“Di sini kita bisa bedakan mana Polisi yang baik dan tidak baik,”jelas Akhmad Wiyagus. Untuk itu, perwira bintang dua ini, kembali mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh personel Polri di lingkup Polda Gorontalo.

Bagi yang tak menjalankan tugas dengan baik, atau tak disiplin menaati kode etik, maka siap-siap dipecat. “Ini tentu jadi pembelajaran bagi personil lain, dan saya selaku Kapolda tidak akan memberikan toleransi akan hal tersebut,”kunci Kapolda.

Terpisah Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan, hingga saat ini Bripka Rinto masih menjalani penahanan di Mapolda Gorontalo menunggu sampai berkas perkara pidananya dinyatakan lengkap ( P21) oleh pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

“Ya, kalau sudah dinyatakan lengkap berkas perkarannya, maka tenti dilanjutkan dengan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,”tandas mantan Kapolres Bone Bolango ini. (roy)

Pos terkait