Festival Me’eraji, Upaya Pemkot Lestarikan Budaya Lokal

Gorontalopost.id – Momentum peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah dimanfaatkan

Pemerintah Kota Gorontalo untuk melestarikan budaya lokal. Buktinya, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menggelar festival Me’eraji ke-6.

Sama seperti festival Me’eraji tahun-tahun sebelumnya, kegiatannya dilaksanakan di Masjid Hunto, Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan. Kegiatan itu sendiri dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, Kamis (3/3) malam.

Dalam sambutannya, Marten menyampaikan, festival Me’eraji merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Gorontalo dalam rangka upaya melestarikan budaya lokal yang bernuansa religi.

“Ini adalah tradisi bernuansa religi yang patut untuk kita lestarikan. Maka dari itu, harus dihidupkan dengan berbagai kegiatan maupun program yang dapat menunjang lestarinya Me’eraji ini.

Nah, kami Pemerintah Kota Gorontalo mencoba melestarikannya dengan menggelar festival Me’eraji,” ujar Marten.

Me’eraji, menurut Marten, proses pembacaan naskah aksara Arab yang ditulis dengan bahasa Gorontalo. Naskah tersebut, lanjut Marten, menceritakan perjalanan Isra Miraj yang dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Me’eraji sangat mudah dimengerti dan dilantunkan, karena menceritakan perjalanan Rasulullah dengan bahasa Gorontalo. Sayangnya, diera saat ini sudah jarang ditemukan generasi muda berminat untuk melantukan Me’eraji ini,” kata Marten.

Untuk itu, lanjut Marten, pihaknya berupaya untuk menggelorakan kembali minat generasi milenial untuk bisa melantunkan Me’eraji dengan menggelar festival.

“Bagaimana kita bisa menarik minat para generasi muda agar belajar melantunkan Me’eraji. Kita semua tahu, jika sekarang minat anak muda kita untuk belajar Me’eraji sudah sangat minim.

Inilah yang menjadi alasan kami menyelenggarakan festival Me’eraji,” jelas Marten.

“Selama ini, Me’eraji dilaksanakan di Masjid maupun di rumah, sekarang Me’eraji ini dilombakan atau dipertandingkan, agar budaya ini sampai ke anak dan cucu kita,” imbuh Marten.

Untuk diketahui, festival Me’eraji akan dilaksanakan selama lima hari, yakni sejak tanggal 3 hingga 7 Maret 2022 di Masjid Hunto.

Pada festival ini, peserta diwajibkan untuk membaca Me’eraji dan akan dinilai oleh para majelis hakim yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.(rwf)

Comment