Jokowi Jengkel Instansi Doyan Impor

Gorontalopost.id – Presiden Jokowi dibuet jengkel, lantaran banyak instansi pemerintah yang ternyata doyan produk impor, padahal produk-produk yang digunakan itu juga bisa diproduksi di dalam negeri. Presiden bahkan menyebut, sangat bodoh masih melakukan impor.

Menurut Jokowi, APBN maupun APBD hingga anggaran BUMN sebetulnya bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara membeli produk-produk dalam negeri.

“Kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan. Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini,” kata Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut, membeli produk asing melalui cara impor hanya menguntungkan negara-negara lain.

“Duit kita, capital outflow keluar, pekerjaan ada di sana, bukan di sini. Coba kita belokkan semua ke sini, barang yang kita beli barang dalam negeri,” cetus Jokowi. Menurut Jokowi, dengan mulai membeli dan menggunakan produk dalam negeri, maka akan menimbulkan dampak positif.

Langkah ini akan mendatangkan investasi, hingga membuka lapangan pekerjaan baru. “Berarti akan ada investasi, berarti membuka lapangan pekerjaan, tadi sudah dihitung, bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan, kalau ini tidak dilakukan, sekali lagi bodoh banget kita ini,” ucap Jokowi menandaskan.

Jokowi juga meminta agar kementerian dan pemda tidak melanjutkan tradisi untuk membeli barang-barang impor.
Di Gorontalo, penggunaan produk dalam negeri menjadi komitmen Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Sejak awal ia mengingatkan penggunaan produk dalam negeri, dalam setiap pengadaan barang pemerintah. Rusli Habibie,

bahkan menerbitkan surat keputusan (SK) Gubernur tentang pembentukan tim peningkatan penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pemprov Gorontalo.

Hal tersebut sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, pada Rakornas pemanfaatan produk dalam negeri, dalam rangka Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Ballroom Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Jumat (25/3), yang dihadiri langsung oleh Gubernur Rusli Habibie.

Guna memberikan penguatan terhadap UMKM dan penggunaan produk dalam negeri, Pemprov Gorontalo sudah menggunakan Aplikasi

“Bela Pengadaan (Belanja Langsung Pengadaan) melalui POTALI (Pasar Online Gorontalo Lipu’u). Sejumlah 34 OPD telah tergabung di Bela Pengadaan. Terdapat dua market place yang digunakan yakni Grab dan Mbizmarket. Marketplace Pemprov Gorontalo sendiri peringkat ketiga secara nasional.
Total transaksi di Marketplace sebanyak 1.386 transaksi melalui Bela Pengadaan sebesar Rp.8,453,311,117, sampai dengan 10 Maret 2022. Dengan pagu pengadaan Pemprov Gorontalo Tahun Anggaran 2022 Sebesar Rp.1,033,407,575,485 dengan presentase perbandingan 55,70 persen atau sebesar Rp.575,612,154,706. (tro)

Comment