Fakta-Fakta Kasus Ibu Membunuh dan Membuang Bayi yang Dilahirkannya Sendiri

Gorontalopost.id, JAKARTA РPenemuan mayat bayi perempuan dalam gerobak sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) RW 01, Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (7/4) malam, bikin geger warga setempat.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Biher Harianja mengatakan mayat bayi itu ditemukan pada pukul 19.00 WIB.

Kejadian berawal saat petugas kebersihan bernama Suparjono tiba di TPS tersebut dengan gerobak sampahnya pada pukul 17.00 WIB.

Pada pukul 19.00 WIB, seorang warga bernama Teguh menurunkan dan memilah sampah yang dibawa Suparjono.

Teguh kemudian membuka sebuah kantong plastik berwarna putih.

“Kantong plastik warna putih tersebut berisi bayi yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa atau meninggal dunia,” kata Biher dalam keterangan tertulis.

Berikut deretan fakta kasus penemuan mayat bayi tersebut:

1. Bayi dibunuh ibunya.

Tidak butuh waktu lama, polisi bisa menangkap pembunuh sekaligus pembuang bayi perempuan itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan bayi perempuan itu dibunuh ibunya sendiri.

“Betul (pelaku ibu dari bayi), inisial RD,” kata Ahsanul kepada JPNN.com, Jumat (8/4).

2. Melahirkan di gudang.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Biher Harianja mengatakan RD yang berasal dari Cianjur itu baru tiga bulan bekerja sebagai asisten rumah tangga di wilayah Kramat Jati.

Saat bekerja, RD sudah dalam kondisi hamil. Namun, hal itu dia sembunyikan dari majikannya.

Saat waktunya tiba, RD terpaksa melahirkan anaknya seorang diri di area rumah majikannya.

“Dia melahirkan di gudang. Takut ketahuan sama majikan,” kata Biher.

3. Bayi dibunuh dengan cara dibekap.

Seusai melahirkan, RD membekap wajah bayi perempuannya. Bayi malang itu pun tewas.

RD membungkus bayi itu dengan kantong plastik dan membuangnya ke tempat sampah.

Kantong plastik itulah yang diangkut Suparjono.

“Dibekap bayinya, dibungkus, dibuang di tong sampah,” ujar Biher.

4. Motif pembunuhan.

Adapun motif pembunuhan bayi itu karena RD malu telah hamil di luar nikah.

“(Motif pelaku) Kayaknya hasil hubungan atau hamil di luar nikah, dari Cianjur sudah hamil,” ujar Biher.¬†(cr1/jpnn)

 

Comment