Profil Hamka Hendra Noer, Calon Penjagub Gorontalo : Sekjen Lamahu, Disertasi Terbaik di UKM

Hamka Hendra Noer

Gorontalopost.id – Salah satu nama calon penjabat Gubernur Gorontalo yang kini menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo adalah Hamka Hendra Noer. Putra Gorontalo yang satu ini sukses berkiprah di Jakarta, dijajaran warga Gorontalo rantau namanya tidak asing.

Jebolan Universitas Sam Ratulangi tahun 1992 ini bahkan pernah menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lamahu, organisasi perkumpulan masyarakat rantau Gorontalo sejak 2012-2014. Pada organisasi Lamahu, ia juga pernah menduduki posisi wakil ketua umum pada 2016-2020.

Bacaan Lainnya

Sebelum dilantik sebagai staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) bidang budaya sportivitas, oleh Menpora Zainudin Amali, Hamka Hendra Noer juga sudah memegang sejumlah jabatan penting di Kemenpora. Ia juga pernah bertugas di Kemenko Kesra, dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Nama Hamka Hendra Noer kini menjadi perbincangan masyarakat Gorontalo, pria yang pernah menjadi ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Manado ini, memang disebut-sebut memiliki kans kuat untuk mengganti posisi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang akan pensiun pada 12 Mei 2022 mendatang.

Ia tidak hanya paham tentang karakteristik masyarakat Gorontalo, karena memang berdarah Gorontalo. Namun, saat menyelesaikan studi di Universitas Indonesia jurusan ilmu lingkungan tahun 1998, Hamka menerbitkan tesis dengan judul : Model partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah permukimkan. Studi kasus di Kotamadya Gorontalo.

Pada tahun 2012, pria yang sejak 2002 hingga 2011 aktif di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI ini menyelesaikan studi doktor pada Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Disertasi dengan judul : Bureaucracy and political parties in Indonesia : shift from the new order to the reformasi period. Disertasinya itu, membuat ia diberikan penghargaan excellent dissertation dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Hamka Hendra Noer juga pernah tercatat menjadi dosen program pascasarjana dan penguji tesis pada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Bung Karno, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Indonesia Jakarta, asisten profesor pada Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), dan pernah asisten dosen fakultas hukum Universitas Sam Ratulangi Manado.

Ayah dari Dini Heidiati Putri Noer dan Muhammad Hazel Giffari Noer ini juga tercatat sudah mempublikasikan 22 jurnal ilmiah, dan menerbitkan lima buku, serta rutin memuat artikel di media massa, termasuk di Gorontalo Post. (tro)

Pos terkait