Asyik Berenang di Taman Herbal Insani Depok, Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam

Kondisi Taman Herbal Insani yang berlokasi di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Foto : Dokumen Pribadi.

Gorontalopost.id, DEPOK – Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun tewas saat sedang berlibur di Taman Herbal Insani, di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/5) kemarin saat bocah 4 tahun itu sedang asyik berenang.

Bacaan Lainnya

Manager Pengembangan dan Operasional Taman Herbal Insani Hendro Triatmojo mengatakan, ini merupakan sebuah musibah yang tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak.

Hendro bercerita, peristiwa itu bermula saat korban sedang asyik berenang di kolam anak-anak dan menerobos masuk ke kolam dewasa.

“Kalau dilihat berdasarkan kronologi dari cctv, ada penerobosan dari pagar pembatan oleh korban, karena antara kolam anak-anak dan dewasa itu sudah kami batasi dengan pagar,” jelasnya, dikutip Minggu (8/5).

Hendro menjelaskan kedalaman kolam dewasa itu 1,2 meter.

“Untuk kolam dewasa kami dalamnya itu 1,2 meter,” ujarnya.

Namun, pihaknya mengikhlaskan setiap musibah yang terjadi bahwa itu merupakan takdir Tuhan.

“Kami mencoba mengikhlaskan apa yang terjadi,” tuturnya.

Atas peristiwa tersebut, saat ini Taman Herbal Insani ditutup hingga sementara waktu dan belum diketahui kapan akan kembali beroperasi.

“Untuk sementara ini kami tutup, kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan agar ke depan tidak terulang lagi kejadian seperti ini. Namun, kami belum mengetahui kapan akan beroperasi kembali, karena harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas terkait,” jelasnya.

Hendro juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendatangi rumah korban untuk melakukan musyawarah, dan pihaknya juga siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kami dengan pihak keluarga pun sudah musyawarah, kami sudah melakukan mediasi, pihak Taman Herbal Insani akan bertanggung jawab sesuai SOP kami. Semoga dengan kejadian ini kami bisa mengevaluasi SOP yang kami jalankan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” tandasnya. (mcr19/jpnn)

Pos terkait