Hamka Aktif Berjuang Pembentukan Provinsi Gorontalo

HAMKA HENDRA NOER

Gorontalopost.id  – Sosok Hamka Hendra Noer, tidak asing bagi masyarakat Gorontalo, terutama warga Gorontalo rantau. Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal Lamahu, organisasi masyarakat Gorontalo rantau yang berpusat di Jakarta.

Pria asal Batudaa ini, juga menjadi pihak yang turut berperan aktif dalam berjuang pembentukan Provinsi Gorontalo menjadi daerah otonom, pada 23 tahun lalu. Hamka Hendra Noer termasuk dalam struktur kepengurusan komite pusat pembentukan provinsi Gorontalo (KP3G) yang diketuai Roem Kono.

Bacaan Lainnya

KP3G yang bergerak di Jakarta, mengawal dan berjuang penuh hingga undang-undang Nomor 38 tentang Pembentukan Provinsi Gorontalo, ditetapkan Pemerintah dan DPR RI pada tanggal 5 Desember tahun 2000. Pada struktur KP3G, Hamka menjabat anggota bidang pengkajian kelayakan.

Pada bidang ini, Hamka berjuang bersama-sama dengan sejumlah nama seperti Bambang Supriyanto, Elmar Kono, Darwis Hinelo, Noto Uloli, Roy Hasiru, Abdul Manan Podungge, dan Rauf Ali. KP3G sendiri ketuai Roem Kono, politisi Golkar yang kini dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar RI di Sarajevo, Bosnia.

Sedangkan untuk dewan pengarah KP3G adalah Rachmat Gobel, yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI. Masuknya nama Hamka Hendra Noer dalam stuktur KP3G, menandakan Hamka termasuk pihak yang peduli dengan pembangunan dan kemajuan Gorontalo sejak dulu.

Bahkan, pada tahun 1998, pada studi pasca sarjana di Universitas Indonesia, Hamka menerbitkan tesis berjudul Model Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Permukiman, studi kasus di Kota Gorontalo. Setelah Provinsi Gorontalo terbentuk, Hamka yang banyak berkarir di Kementerian Pemuda dan Olahraga ini, bergabung dengan organisasi masyarakat Gorontalo rantau, Lamahu.

KARIR

Sebelum dilantik sebagai staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) bidang budaya sportivitas, oleh Menpora Zainudin Amali, Hamka Hendra Noer juga sudah memang sejumlah jabatan penting di Kemenpora.

Ia juga pernah bertugas di Kemenko Kesra, dan Badan Urusan Logistik (Bulog). Pria yang pernah menjadi ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Manado ini, memang disebut-sebut memiliki kans kuat untuk mengganti posisi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang akan pensiun pada 12 Mei 2022 mendatang. Ia tidak hanya paham tentang karakteristik masyarakat Gorontalo, karena memang berdarah Gorontalo.

Pada tahun 2012, pria yang sejak 2002 hingga 2011 aktif di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI ini menyelesaikan studi doktor pada Universitas Kebangsaan Malaysia  Disertasi dengan judul : Bureaucracy and political parties in Indonesia : shift from the new order to the reformasi period itu, membuat ia diberikan penghargaan excellent dissertation dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

Hamka Hendra Noer juga pernah tercatat menjadi dosen program pascasarjana dan penguji tesis pada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Bung Karno, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Indonesia Jakarta, asisten profesor pada Universitas Kebangsaan Malaysia, dan pernah asisten dosen fakultas hukum Universitas Sam Ratulangi Manado.

Ayah dari Dini Heidiati Putri Noer dan Muhammad Hazel Giffari Noer ini juga tercatat sudah mempublikasikan 22 jurnali ilmiah, dan menerbitkan lima buku, serta rutin memuat artikel di media massa, termasuk di Gorontalo Post. (tro)

Pos terkait