Buruh Bangunan Tewas Ditebas Teman

TKP saat Utun (27) Pemuda Desa Lomuli, Kecamatan Lemito, ditemukan tak bernyawa, Kamis (12/5) kemarin.

Gorontalopost.id – Pesta Minuman Keras (Miras) di perumahan Komunal Desa Lomuli berujung petaka Kamis (12/5). Ini setelah pria inisial UA alias Utun (27) warga Desa Lomuli, Kecamatan Lemito tewas bersimbah darah setelah ditebas menggunakan Senjata Tajam (Sajam) oleh rekannya sendiri RI alias Iki (22) warga Desa Kenari, Kecamatan Lemito, pada Kamis (12/5) dini hari.

Informasi dirangkum Gorontalo Post, peristiwa tragis yang menimpa buruh asal Desa Lomuli itu bermula saat dirinya bersama pelaku RI alias Iki (22) dan beberapa rekannya yang lain sedang menikmati Cap Tikus (arak tradisional, red) pada pukul 23.00 Wita.

Bacaan Lainnya

Awalnya pesta miras itu berlangsung aman hingga pada pukul 04.30 Wita, Utun dan Iki terlibat cekcok, keduanya yang sama-sama dalam pengaruh alkohol membuat keadaan semakin kacau hingga akhirnya membuat Iki mengeluarkan sebilah badik yang dibawanya.

Melihat keduanya mulai adu jotos beberapa rekannya ingin melerai, sementara beberapa rekan lainya meminta bantuan warga sekitar untuk bisa melerai keduanya. Sayang, Iki yang kadung naik pitam tak dapat menahan amarahnya hingga mengibaskan badik yang dipegangnya kearah korban dan mengenai lengan kiri.

Melihat peristiwa itu rekan korban pun langsung melarikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut, sementara Utun yang bersimbah darah mencoba menjauh dari Iki.

Sayang, Utun yang diduga kehabisan darah karena luka parah yang dialaminya membuat Utun tersungkur di depan rumah tetangganya dan tak sadarkan diri. Pemuda Desa Lomuli itu pun akhirnya dinyatakan tewas sebelum dibawa ke Puskesmas Lemito.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Pohuwato, AKBP Joko Silstiono,S.I.K., MH melalui Kasat Reskrim Iptu Arie Yos, S.I.K.,MP menyebutkan, saat ini kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Lomuli itu sedang dalam proses pemeriksaan saksi-saksi. Sedangkan untuk pelaku RI sendiri sudah diamankan di Mapolres Pohuwato.

“Untuk tersangka sendiri sudah diamankan, Barang bukti juga sudah ada. Anggota juga sudah kesana untuk olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi lain. Untuk penyebabnya karena pengaruh Miras hingga terjadi baku tikam,” jelasnya saat ditemui diruangannya.

Pelaku pun, kata Alumni Yunnan Police College, China itu. Bisa dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

“Untuk sementara pasal yang disangkakan itu 338 ancaman pidananya maksimal 15 tahun,” tutup mantan Kanit II Sat Narkoba Polres Cilegon itu. (ryn)

Pos terkait