Dumoga Raya Mencekam

Polisi bersiaga dan berusaha membubarkan masa tarkam di wilayah Dumoga, Bolaang Mongondow. (foto : tangkapan layar video)

Gorontalopost.id – Stabilitas keamanan di dataran Dumoga Raya, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut, kembali memanas. Tawuran antar kampung (Tarkam) kembali terjadi di wilayah itu, sejak Rabu (11/5) dini hari. Suasana mengerikan terlihat dari sejumlah video amatir yang beredar luas.

Mirip di daerah peperangan, sejumlah warga yang berkelompok membawa parang berbagai ukuran sambil bertarik-teriak di jalan raya. Polisi pun tak tinggal diam, dengan kekuatan penuh, turun untuk membubarkan masa, tembakan gas air mata berulang kali diluncurkan.

Bacaan Lainnya

Pada kamis dini hari, suasana kembali mencekam, terjadi penyerangan di Desa Kosio, dilaporkan satu warga tewas dalam peristiwa memiriskan itu. Kabar tersebut dibenarkan Kapolres Kabupaten Bolaang Mongondow AKBP Nova Surentu.

Korban tewas yaitu warga Desa Kosio bernama Riyan Manembo (20).

“Satu warga Kosio meninggal dunia. Salah satu anggota mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu. Hingga saat ini kami masih siaga di lokasi dan melakukan pengembangan,” ujar Surentu dikutip dari poltal berita online, BeritaManado.com. Malam sebelumnya, Rabu (11/5/2022), aksi yang sama terjadi namun berhasil dibubarkan kepolisian.

Korban Riyan Manembo tewas akibat terkena sabetan barang tajam di bagian wajah, kaki sebelah kiri dan luka tembak senapan angin di bagian dada sebelah kiri. Kasus pembunuhan tersebut sedang diselidiki aparat.

“Kami Polres Bolmong dibantu dari Koramil 1303-07/Dumoga bersama anggota Brimob Inuai masih di TKP untuk mengantisipasi adanya aksi balas dendam. Kami berupaya melerai perkelahian dan menghimbau kedua massa untuk kembali ke rumah masing masing,“ujarnya.

Tawuran di daratan Dumoga ini, praktis menganggu akses warga, termasuk dari Gorontalo menuju ke Kotamboga via jalur Bolsel. Tak ada warga atau kenderaan yang berani melintas, lantaran masa beringas di hampir sepanjang jalan. “Terpaksa harus memutar, lewat tonsile. Jalan itu jauh, tanjakan tinggi, dari pada lewat Domoga,”kata warga Bolsel, kemarin.

Sementara itu, sebelumnya, Harian Bolmong Raya (Inn Grup) melaporkan, tarkam terjadi di Desa Toraut Utara, Toraut Tengah dan Doloduo Kecamatan Dumoga Barat nyaris bentrok dengan Desa Kosio Barat Kecamatan Dumoga Tengah, Rabu, (11/5) pukul 01.00 Wita.

Pun, di Kecamatan Dumoga Tenggara, antara Desa Konarom dan Desa Osion juga bentrok. Beruntung, polisi malam itu, dengan sigap melerai aksi warga dengan memecahkan konsentrasi massa masing-masing perbatasan desa.

”Saat ini sudah kondusif. Personil Polsek dan Polres juga masih siaga di perbatasan Doloduo dan Kosio Barat. Hanya kesalahpahaman, dan masih dalam penyelidikan polisi,” kata Camat Dumoga Barat Malpin Dako.

Lanjutnya, peristiwa ini dipicur dari kecelakaan tunggal pengendara motor asal Desa Toraut yang melintas di Desa Kosio Barat. Kemudian beredar informasi menjadi korban penikaman.
Sementara itu, informasi yang dihimpun dari Polsek Dumoga Utara, insiden antara Desa Konarom dan Desa Osion berawal dari sejumlah anak muda Desa Osion yang ‘bakuku’ (teriak), di perbatasan kedua desa.

Saat warga Desa Osion NP alias Nan dipukul warga Desa Konarom saat melintas desa itu. Sekitar pukul 01.30 sempat terjadi konsentrasi masa kedua desa di perbatasan, namun cepat dibubarkan oleh petugas gabungan dari Polsek Dumoga Utara dan Polres Bolmong. Kapolres Bolmong AKBP Nova Irone Surentu mengatakan saat ini situasi dalam keadaan kondusif.

”Sudah kondusif, tak ada tarkam,” ucapnya. Sembari menambahkan, “Saat ini polisi terus berjaga ditempat tarkam untuk meredam terjadinya tarkam susulan,” ucapnya.

Bahkan kata Surentu, guna meredam gejolak susulan antara Desa Doloduo Induk dan Kosio Barat (Woloan), Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow bergerak cepat.

Pihaknya menggelar pertemuan yang dihadiri Bupati Bolmong yang diwakili Kepala Kesbangpol Chris Kamasaan, Camat Dumoga Barat, Camat Dumoga tengah dan Sangadi di Dua kecamatan bertempat di Kantor Mapolsek Dumoga Barat.

Kapolres Bolmong AKBP Nova Irone Surentu mengatakan, sampai dengan saat ini situasi dan kondisi dua desa aman dan terkendali. “Setelah ditelusuri memang pemicunya akibat lakalantas di Desa Kosio Barat yang terjadi pada tanggal 9 mei 2022 pukul 12.00 Malam,” sebutnya.

Meski demikian, terkait adanya laporan masyarakat bahwa terjadi pelemparan dan penganiayaan, menurutnya itu sudah dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Penanganan baru tadi malam, tidak serta merta langsung main tangkap ada prosedurnya, jadi kami meminta masyarakat agar bersabar,” ujarnya.

Ia juga bersyukur, bahwa konsentrasi massa dari Doloduo Induk di perbatasan Kosio Barat dan Wangga Baru berhasil di redam pihak kepolisian.

“Jadi tidak ada yang namanya tarkam, mereka hanya berjaga, kami ada disitu ditengah tengah, ada personil Polsek, Polres dan Brimob, kami bergerak sesuai aturan, ada 6 tahapan sesuai Perkapolri Nomor 1 tahun 2009, sampai pagi tadi keadaan tetap kondusif dan tidak terjadi gesekan,” ujarnya.

Sangadi Doloduo Induk Ahmad Safrun Mokoagow mengatakan, untuk meredakan amarah masyarakat, ia meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap terduga pelaku pelemparan dan penganiayaan terhadap 3 warga Doloduo dan 1 warga Torout Induk.“Kami memahami dengan benar bahwa penindakan hukum memiliki prosedur yang harus diterapkan, namun permintaan masyarakat bahwa pelaku harus ditangkap dalam waktu 1×24 jam,” terangnya.

Pasalnya kata Ahmad, sesuai hasil konfirmasi ke 3 pemuda yang menjadi korban, penyebab mereka kecelakaan diduga karena dilempari batu oleh pemuda di Desa Kosio Barat.“Setelah mengalami kecelakaan, mereka juga mengaku dipukuli, ini yang menjadi pemicu, sehingga untuk meredam emosi masyarakat, kami meminta para pelaku segera ditangkap dalam 1 x 24 jam,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Sangadi Kosio Barat Agustina Yohanna Tundo, membantah terkait adanya tuduhan tersebut, menurutnya kejadian yang menimpa 3 warga doloduo dan 1 warga Torout Induk Senin (9/5) malam tersebut, murni kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

“Jadi tidak ada pelemparan atau pemukulan seperti informasi yang beredar, sebab saya berada di dekat TKP saat itu, yang terjadi sebenarnya adalah Lakalantas,” sebutnya. Menurutnya, memang sejak beberapa hari terakhir, sering ada pemuda-pemuda dari luar kampung ngebut dengan sepeda motor sambil berteriak (Bakuku.red) dan melempari kios dipinggir jalan dalam keadaan mabuk.

“Sebab itu saya juga meminta pihak kepolisian untuk memberikan perhatian penuh terhadap pemuda – pemuda dari desa lain yang sering membuat keonaran di Desa Kosio Barat kompleks pertamina, karena hal ini sudah sering terjadi,” tandasnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bolmong, Chris Kamasaan mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk mencari solusi terkait adanya indikasi gangguan stabilitas keamanan di Kecamatan Dumoga Barat dan Dumoga Tengah tepatnya di Desa Doloduo Induk dan Kosio Barat.

“Karena situasi dua desa agak memanas, maka kami selaku pemerintah bersama aparat kepolisian menginisiasi pertemuan ini untuk mencari solusi terbaik, menjaga agar situasi tetap aman dan kondusif,” ucapnya. (bm/hbmr-cip)

Pos terkait