Konsolidasi Internal Butuh Seminggu

SELAMAT BETUGAS - Penjagub Gorontalo, Hamka Hendra Noer, bersama istri drg. Gamaria Purnamawati Monoarfa dan keluarga, disambut adat mopotilolo saat memasuki rumah jabatan (yiladia) gubernur Gorontalo, Senin (16/5).

Gorontalopost.id – Dibebankan tugas sebagai penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, masih butuh mempelajari apa saja yang akan dilakukanya untuk menggerakkan roda pemerintahan provinsi Gorontalo.

Hamka butuh waktu sepekan (satu minggu) untuk melakukan konsolidasi internal, termasuk dengan beberapa pihak, seperti Forkopimda dan para Bupati/Wali Kota.

Bacaan Lainnya

Konsolidasi tersebut, kata dia, untuk menentukan langkah yang akan dilakukan, baik program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. “Nanti saya konsolidasi dulu secara internal pasti saya akan melakukan tata kelola internal birokrasi.

Jangan tanyakan dulu apapun, beri saya waktu seminggu, karena saya kan belum ketemu dengan teman – teman ASN,”ujarnya.

Menurut Hamka, ia masih butuh mereview program-program yang sudah dilakukan, apakah harus dilanjutkan atau digagas program baru yang lebih baik.

” Kita harus mereview kegiatan yang sudah dilakukan. Itulah yang akan menjadi pijakan starting point untuk kita melangkah,”ujar Hamka.

Saat prosesi adat moloopu di rumah dinas (Rudis) gubernur, Senin (16/5) kemarin, Hamka kembali menekankan komitmenya untuk tegak lurus dalam menjalankan program pemerintah nanti.

“Saya paham, tidak bisa bekerja sendiri, harus bergandengan tangan, bahu – membahu. Jadi saya mohon tolong saya dibantu, saya ingin betul – betul bekerja untuk Pemprov dan untuk masyarakat Gorontalo. Insyaallah kalo kita saling bergandengan tangan kita saling support kita akan semakin baik kedepan,”tandas Hamka.

ADAT MOLOOPU

Sebagai pimpinan baru, Hamka Hendra Noer bersama keluarga, diterima secara adat, yakni adat moloopu untuk memasuki Rudis Gubernur. Rudis nantinya menjadi kediaman Hamka selama bertugas di Gorontalo.

Moloopu merupakan upacara penjemputan secara adat dari rumah kediaman pribadi ke rumah dinas jabatan (Yiladia). Upacara ini, selain sebagai keharusan memenuhi tatanan adat, juga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan masyarakat dari negeri adat Uduluwo Lo U Limo Lopohalaa (lima negeri adat).

Sejumlah prosesi adat diikuti oleh Hamka Hendra dan istri drg. Gamaria Purnamawati Monoarfa di antaranya mopolahe tou taeya (mempersilahkan turun dari kendaraan), mopodiyambango (mempersilahkan melangkah), mopotupalo (mempersilahkan masuk gapura adat). Prosesi tersebut diiringi dengan sajak atau pesan-pesan adat yang syarat makna.

Upacara ini juga selain sebagai keharusan memenuhi tatanan adat, juga merupakan wujud pengakuan rakyat atas ketokohan dan kepemimpinan serta rasa syukur masyarakat adat kepada pemimpin maupun khalifahnya. “Sejak kemarin kami diterima dengan baik.

Saya bangga sekali adat – adat seperti ini mungkin tidak semua daerah ada. Adat gorontalo adalah salah satu harus dijaga dan terus dilestarikan. Saya ucapkan terimakasih kepada jajaran pemerintahan, pemangku adat, tokoh agama dan seluruh masyarakat telah menerima kami,” ucap Hamka, kemarin. (tro)

Pos terkait