Pria ODGJ Diduga Bacok Warga Kelurahan Bugis

Kanit Tipidter Polres Gorontalo Kota, Aipda Raynaldi Tentenabi bersama personel, membawa korban kasus pembacokan yang dilakukan oleh seorang pria yang diduga ODGJ, untuk mendapatkan perawatan dari tim dokter.

Gorontalopost.id  – Salah seorang masyarakat Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, diduga menjadi korban pembacokan oleh seorang pria yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODJG.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/05/2022) di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Pada saat itu, tiba-tiba saja, BAPS (35) yang merupakan ODGJ, menyerang salah seorang masyarakat dengan menggunakan celurit, hingga mengenai bagian kepala.

Bacaan Lainnya

Akibat luka yang dialami oleh masyarakat yang bernama SH (54) tersebut, dirinya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo untuk mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan pelaku yakni BAPS, sudah diamankan oleh personel Polres Gorontalo Kota, yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter, Aipda Raynaldi Tentenabi.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Suka Irawanto,S.I.K,M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu Mohammad Nauval Seno,S.T.K,S.I.K ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya informasi tersebut. Hanya saja, pihaknya belum bisa mengetahui secara jelasa motif dilakukannya penganiayaan dengan menggunakan celurit.

Ini dikarenakan, korban masih dilakukan perawatan, karena mengalami luka dibagian kepala, sedangkan pelaku yakni BAPS, merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Kami belum tahu pasti apa persoalan yang terjadi, karena korban masih dirawat. Sedangkan pelaku sudah kami rujuk ke Rumah Sakit Tombulilato, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena yang bersangkutan sebelumnya merupakan pasien dari rumah sakit tersebut.

Bahkan saat ini, BAPS masih dalam perawatan serta pengawasan dari pihak tenaga kesehatan Dumbo Raya,” paparnya.

Oleh karena itu kata mantan Kasat Reskrim Polres Gorontalo ini, pihaknya masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan pelaku untuk mendapatkan keterangan, di mana pelaku lebih banyak diam dan terlihat linglung, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Nakes yang merawat BAPS, untuk diserahkan ke Rumah Sakit Tombulilato.

“Peristiwa ini masih sementara kami dalami. Nantinya, kami masih akan melakukan pemeriksaan terhadap korban, serta menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Rumah Sakit Tombulilato,” pungkasnya. (kif)

Pos terkait