Bersama Penjabup Boalemo, Agustus, Hamka Dievaluasi Mendagri

Hamka Hendra Noer, Hendriwan

Gorontalopost.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, rupanya tidak main-main dengan pernyataannya. Saat melantik lima Penjabat Gubernur (Penjagub) pada 12 Mei lalu. Yang salah satunya adalah Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer.

Saat itu, Tito memberikan penegasan, para penjabat kepala daerah akan diganti setahun bila berkinerja buruk.
Rupanya untuk sampai pada evaluasi kinerja tahunan itu, Kementerian Dalam Negeri akan melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan. Itu Artinya, pada Agustus mendatang atau tiga bulan setelah dilantik, kinerja Penjagub Gorontalo bersama empat penjagub lainnya akan dievaluasi oleh Kemendagri.

Bacaan Lainnya

Tapi evaluasi rutin ini bukan hanya terarah kepada Penjagub saja. Penjabat kepala daerah di tingkat kabupaten/kota juga masuk dalam radar Mendagri. Sehingga kinerja Penjabat Bupati Boalemo Hendriwan juga akan dievalusi Agustus mendatang.

Sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Kemendagri akan mengevaluasi kinerja penjabat (pj) kepala daerah secara rutin. Karena itu, Tito meminta para pj kepala daerah bekerja maksimal.

“Makanya kita minta mereka menjabat sesuai dengan aturan, satu tahun bisa diganti, bisa juga diperpanjang nanti. Dan dilakukan evaluasi tiga bulan,” kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (16/6).

Tito mengatakan pj kepala daerah bisa diganti jika dalam satu tahun tidak bekerja dengan baik. Sementara itu, pj kepala daerah yang bekerja dengan baik akan diperpanjang.

Terkait evaluasi kinerja, penjabat kepala daerah wajib untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban tugas per tiga bulan sekali ke Presiden melalui Mendagri, untuk penjagub. Sementara bagi Penjabat Bupati/Walikota melaporkan ke Mendagri melalui Gubernur.

Menurut Tito para pj kepala daerah harus memanfaatkan dengan baik kepercayaan yang diberikan Presiden Joko Widodo.
Dia mengatakan para pj kepala daerah harus bisa menjadi panutan.

“Ini harus dimanfaatkan oleh mereka, momentum untuk mereka untuk berprestasi juga untuk pengembangan karir dan itu menajdi role model supaya mereka juga bisa menjadi lebih baik,” ucapnya.

Masa jabatan 101 kepala daerah habis pada 2022 ini. Jabatan mereka akan diisi penjabat kepala daerah hingga gelaran Pilkada Serentak 2024.

Hingga saat ini sudah ada 48 orang penjabat kepala daerah yang telah dilantik untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
(CNN/rmb)

Pos terkait