UNG Target Juara Satu Nasional KDMI, Tampilkan yang Terbaik

PENAMPILAN Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dalam kegiatan KDMI. (FOTO : HUMAS)

Gorontalopost.id – Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) telah memasuki tahap seleksi di tingkat wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi XVI (LLDIKTI-XVI).

Pada kompetisi yang mempertemukan tim mahasiswa terbaik dari perguruan tinggi di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, wakil UNG yang terdiri dari 2 Tim unjuk kemampuan dalam bidang debat bahasa indonesia maupun bahasa inggris.

Bacaan Lainnya

Pendamping Tim UNG Titien Fatmawaty Mohammad, S.Pd, M.App Ling, mengatakan perwakilan UNG yang tampil pada kompetisi tingkat wilayah, merupakan mahasiswa yang sebelumnya telah diseleksi di tingkat Universitas.

“Setelah diseleksi, yang terbaik pada tingkat Universitas diberikan pelatihan dan pembimbingan dengan melibatkan tim pelatih terbaik. Kemudian setelah mengikuti rangkaian pelatihan, mahasiswa tersebut disaring kembali siapa yang terbaik menjadi wakil UNG ditingkat wilayah,” ujar Titien.

Sama seperti tahun sebelumnya kata Titien, pelaksanaan kompetisi KDMI maupun NUDC dilakukan secara daring dengan menggunakan media video presentasi untuk kemudian direspon oleh tim lawan.

“Kompetisi kali ini akan mempertemukan tim dari perguruan tinggi ternama yang ada di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, untuk memilih mahasiswa terbaik berkompetisi di tingkat Nasional,” terangnya.

Untuk tim KDMI UNG diwakili oleh Sri Nurwanda dari fakultas hukum dan Wisnu Dewantoro Afandi dari fakultas teknik. Sedangkan tim NUDC UNG diwakili oleh Jane-Jane D.A. Laginah dari fakultas sastra dan budaya serta Abraham Winslow Janny dari fakultas teknik.

Ketua Panitia seleksi tingkat Universitas mengatakan, Kegiatan KDMI tingkat Wilayah dilaksanakan secara daring Asynchronous yang artinya, secara online dan tidak bertatap muka secara langsung. Untuk teknisnya setiap peserta akan mengirimkan video kemudian diupload di youtube, setelah itu tim lawan akan melihat dan mencermati pernyataan argumentasi lawan dari video dan akan menyusun serta membalas argumentasi dari video yang telah dinonton tersebut.

Jadi sifatnya online atau Asynchronous atau tidak berdebat secara langsung seperti itulah seleksi di tingkat Wilayah LLDIKTI 16. Secara posisi juga dari masing-masing tim menggunakan British Parliamentary namun mekanismenya secara daring, daringnya pun secara Asynchronous, paparnya Dr. Herman Didipu M.Pd

“Untuk penyelenggaranya sendiri dari panitia seleksi tingkat wilayah LLDIKTI 16. sementara itu, tidak ada perbedaan antara tahun kemarin dan tahun ini karena masih dilaksanakan secara daring. Dengan dilaksanakaanya metode daring Asynchronous ada keunggulan yang diperoleh dari segi waktu, ini dapat dilihat dari setiap peserta diberikan waktu yang sangat panjang untuk menyusun argumentasi, pengambilan dan pembuatan Video.

Meski demikian adapun kelemahan yang ditemui tim ketika pengungguhan Video tersebut hal ini dikarenakan ada waktu-waktu tertentu jaringannya bagus tetapi ketika akan mengunggah video tim menemukan kendala,” jelasnya, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr. Herman Didipu M.Pd.
Kami dari panitian seleksi KDMI tingkat Universitas menargetkan Universitas Negeri Gorontalo lolos sampai ke tingkat Nasional, tahun kemarin juga kami lolos tingkat Nasional namun tidak sampai Final kamipun berharap di tahun ini karena sudah dikarantina dan digodok terlebih dahulu untuk melakukan pelatihan maupun pembimbingan sehingga kami targetkan tahun ini harus sampai ke tingkat nasional dan harus masuk final dan bahkan bisa masuk pada tiga terbaik atau bahkan juara satu ditingkat Nasional.

itulah yang menjadi target kami panitia seleksi tingkat universitas dengan cara, lebih memaksimalkan lagi pelatihan pembimbingan tim peserta KDMI, paparnya Dr. Herman Didipipu M.Pd (wan/Mag-12)

Pos terkait