Giliran Dandes Saripi Bermasalah

Penyidik Kejari Boalemo periksa salah satu saksi terkait dugaan penyimpangan ADD 2020.

Gorontalopost.id – Penggunaan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2020 di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman diduga bermasalah. Terbukti, saat ini penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo telah memeriksa marathon terhadap 30 saksi yang ada kaitannya dengan penyalahgunaan anggaran dana desa senilai ratusan juta tersebut.

Pantauan Gorontalo Post, satu persatu saksi yang masuk di ruangan Pidsus untuk diperiksa untuk dimintai keterangan oleh Tim Penyedik. Dari 30 saksi tersebut terdiri dari Aparat Desa, Pihak ke Tiga dan beberapa Masyarakat yang ada di Desa Saripi.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Boalemo, Aris Sophian SH, MH, bahwa pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas pengembangan atas berkas perkara PH (Bendahara Desa Saripi) yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan.

“Dari 32 saksi, baru 30 yang hadir, terbagi dari aparat desa, dan kader Posyandu, serta koordinator Bendahara se Kecamatan Paguyaman.

Dan sisannya yang tidak hadir akan dilakukan pemanggilan lagi,”tegas Aris. Lebih lanjut Aris menambahkan, pemeriksaan saksi ini merupakan pengembangan penyelidikan atas tersangka PH dalam dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Desa Saripi.

“Tentunya, kalau ada penambahan tersangka, kami masih menindaklanjuti, dan tentunya ini masih dalam tahap pengembangan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada sebagai pemenuhan alat bukti berupa dari keterangan saksi yang di periksa Tim penyedik Kejari Boalemo,”tandasnya (tr-75)

Pos terkait