Gerak Cepat, BRI Salurkan Bantuan ke Bone Pantai

BONE PANTAI -GP- Banjir bandang yang terjadi di Desa Tongo, Kecamatan Bone Pantai, Bone Bolango, Jumat (15/7) dini hari, mengundang prihatin banyak pihak, tak terkecuali Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Gorontalo.

Melalui program BRI Peduli, bank BUMN ini gerak cepat menyalurkan bantuan penanganan darurat yang dibutuhkan masyarakat terdampak, Jumat (16/7) malam atau tak lebih dari 24 jam pasca bencana, bantuan telah disalurkan. Bantuan yang berupa makanan siap saji dan kebutuhan pokok lainya. Rincinya, 300 paket makanan siap saji, 200 kg beras, 100 kg gula pasir, 60 liter minyak kelapa, 20 dos mie instan, 144 susu kental manis, dan 74 dus teh.

Pemimpin cabang BRI Gorontalo, Muh Taswin Tadjudin, mengatakan, banjir bandang yang terjadi mengakibatkan kerugian yang besar bagi masyarakat setempat. BRI kata dia, ikut berperan untuk meringankan beban masyrakat yang menjadi korban. “BRI turut prihatin dan peduli, dengan bencana banjir bandang yang melanda masyarakat Desa Tongo, Bone Pantai  semoga bantuan yang ada bisa meringankan kebutuhan korban bencana,”terang Muh. Taswin Tadjudin. Penyaluran bantuan turut dihadiri Asisten Manajer Bisnis Mikro, Raflin Kunu, dan supervisor penunjang operasional Sofyan Rahman, bersama jajaran BRI cabang Gorontalo.
<span;>Diketahui, banjir yang terjadi dini hari itu, membuat masyarakat setempat kelabakan. Awalnya, hujan deras terjadi Kamis (14/7) malam. Air yang bersumber dari Sungai Tongo kemudian meluap, dengan debit air yang sangat deras. Tinggi air yang mencapai 1,5 meter itu, membuat dua rumah, masing-masing milik Adensi Mooduto dan Salfi Mohamad hanyut ditersapu banjir, bahkan dua sepeda motor milik warga juga terseret banjir. Camat Bone Pantai, Lily Prawati Abas, mengatakan, sebanyak 106 kepala keluarga (KK) atau 342 warga yang terdampak, dan sempat mengungsi. “Upaya yang kami lakukan adalah dengan mengevakuasi seluruh warga yang terdampak, mengantisipasi banjir susulan,”terangnya. Secara geografis, Desa Tongo berada di dekat muara yang menjadi pertemuan dua sungai. Sejumlah rumah di desa ini memang kerap menjadi sasaran banjir bandang, terlebih yang berada di bibir sungai. Padahal tahun 2020, desa ini juga pernah dilanda banjir serupa. (Tro)

Comment