Jalan Barito Makin Parah, Truk Terperosok di Lubang Bekas Galian Pipa PDAM

Sebuah truk bermuatan keramik terperosok di lubang bekas galian pipa PDAM di ruas Jalan Barito perbatasan Bone Bolango dan Kota Gorontalo, Kamis (4/08/22). (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Gorontalopost.id – Makin parah, itulah kondisi terkini di ruas jalan Barito perbatasan Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Pasalnya, kawasan yang terdapat bekas galian Pipa PDAM itu sudah mulai berdampak buruk terhadap para pengguna jalan. Salah satunya sebuah truk bermuatan keramik terperosok di

bekas galian Pipa PDAM tersebut Kamis (4/8/22).

Bacaan Lainnya

Pantauan Gorontalo Post, truk dengan nomor polisi DM 8759 BA itu terperosok sejak pukul 13.45 Wita. Pasalnya, ban mobil sebelah kiri belakang itu tertanam dalam lubang hampir separuh ban. Lubang yang dipenuhi lumpur itu merupakan bekas galian PDAM yang belum tuntas dikerjakan.

Dimana, bekas galian PDAM itu tidak dipadatkan serta diratakan kembali sehingga membuat struktur tanah dari bekas galian PDAM tersebut lembek. Kondisi ini tentu tidak bisa dilewati oleh kendaraan yang berukuran besar serta bermuatan berat seperti truk maupun kontainer. Rudi pengemudi truk saat diwawancarai mengatakan, dirinya hendak mengantarkan ratusan dus keramik seberat sepuluh ton ke sebuah gudang penyimapanan material bangunan yang ada di jalan Barito. Sayangnya belum tiba di lokasi yang dituju, mobil truk yang dikemudikannya malah masuk lubang. “Keramik ini saya angkut dari pelabuhan Kota Gorontalo dan akan saya antar ke gudang.

Tapi sudah masuk lubang begini, tentu aktivitas dan waktu kami jadi terhambat karena waktunya habis tersita lama disini,”kata Rudi sembari berharap agar bekas galian pipa PDAM tersebut segera dituntaskan pekerjaanya agar tidak menggagu kenyamanan serta keamanan bagi pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo Rivaldi Bahsoan selaku penanggungjawab atas pekerjaan proyek galian Pipa PDAM mengaku akan memberitahukan ke kontraktor pelaksana terkait kondisi jalan barito yang rawan kecelakaan tersebut. “Nanti saya teruskan ke Haji Ais,”kata Rivaldi Bahsoan singkat. Sebelumnya Rivaldi kepada wartawan koran ini mengungkapkan, PU juga secara reguler mengawasi pekerjaan proyek tersebut, pihak kontraktor berjanji akan memperbaiki kembali bekas galian. Mungkin implementasi di lapangan yang tidak sesuai dengan apa yang ada saat ini. Pertanyaanya apakah nanti menuggu ada korban jiwa yang mengalami kecelakaan di kawasan itu atau bagaiman kedepan upaya Dinas PUPR dan Kontraktor pelaksana, kita lihat bagaimana perkembangan kedepan nanti. (roy).

Pos terkait