Proyek Got Bikin Rugi Pengusaha, PUPR : Desember Pasti Selesai

DITUMBUHI RUMPUT - Drainase di kawasan pusat pertokoan Kota Gorontalo yang digali sejak beberapa bulan lalu. Kondisinya sudah ditumbuhi rumput, Rabu (3/6). (foto : natha / gorontalo post)

Gorontalopost.id – Sejak groundbreaking pada Januari 2022 silam, revitalisasi drainase (got) di kawasan pertokoan di Kota Gorontalo, mulai dikerjakan. Alat berat menggali saluran air di kawasan yang menjadi pusat perdagangan di Kota Gorontalo itu. Tapi, saluran yang digali terkesan dibiarkan begitu saja, sebab ada beberapa galian sudah ditumbuhi rumput hijau, air got juga mengeluarkan aroma busuk. Kondisi ini tak saja dikeluhkan pengguna jalan, namun para pelaku usaha di kawasan itu mengaku merugi.

Yang jelas, sejak drainase itu digali, para pelaku usaha kesulitan melakukan bongkar muat barang seperti biasanya. Agar toko atau tempat usaha mereka tetap buka, para pemilik menggunakan papan atau membuat jembatan darurat supaya pelanggan bisa mampir. Upaya itu tak maksimal, sebab nyatanya omset para pelaku usaha terjun bebas sejak proyek itu bergulir. “Harusnya kan jangan dulu digali kalau belum dikerjakan, kasian toko-toko disini, “kata salah satu karyawan toko di kawasan itu. Mereka kata dia, sangat mendukung pekerjaan revitalisasi itu, namun harusnya dilakukan beriringan sehingga cepat selesainya.

Bacaan Lainnya

Proyek revitalisasi got di kawasan pertkoan itu menggunakan sistem U-Ditch, yakni saluran air atau drainase beton precast yang dibuat menyerupai huruf U. Pemerintah Kota Gorontalo menggelontorkan anggaran Rp 29 Miliar dari program pinjaman dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2022. “Ini pekerjaan dari bulan Januari sampai sekarang hanya di saluran turus. Tidak tau kapan mo selesai,”ucap Romi, salah seorang pengguna jalan ketika diwawancarai Jumat (5/8) kemarin.

Sementara, Naya, wanita yang berprofesi sebagai kasir di salah satu toko komputer dan elektornik di kawasan itu, mengaku omzet toko mereka mengalami penurunan cukup signifikan semenjak proyek tersebut bergulir.

“Bos saya lagi di luar daerah pak. Cuman kalo mo tanya torang pe omzet, turun skali pak. Kalo mo dipersentasekan, hampir 50 persen angka penurunan omzet kami,” kata wanita berkulit putih itu.

Penurunan omzet akibat pekerjaan revitalisasi Kawasan Pusat Perdagangan juga dirasakan toko elektronik Laguna. Ci’ Linda, pemilik toko yang letaknya tak jauh dari Ace Informa itu, mengaku pendapatannya mengalami penurunan yang sangat drastis.

“Sudah beruntung sekali kalau dalam satu hari itu dua barang yang laku. Parah skali pak. Lihat saja kondisi sekarang. Yang ada hanya debu yang maso di toko,” kata ci’ Linda.

Kendati begitu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, mengklaim pekerjaan revitalisasi drainase di kawasan pertokoan itu masih sesui ketentuan, tidak ada keterlambatan pekerjaan. Yang ada justru surplus, artinya pelaksana proyek sudah mengerjakan melebihi presentase target bulanan. Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsoan, ketika dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Antum Abdullah, menegaskan proyek tersebut sama sekali tidak mengalami keterlambatan. “Tidak terlambat (Pekerjaan drainase). Justru pelaksana proyek, PT. Reski Aflah Jaya Abadi melebihi target. Juli kemarin, capaiannya sudah 36 persen. Lebih 12 persen dari target,” kata Antum.

Antum menjelaskan, drainase kawasan pusat perdagangan akan dibangun dengan panjang kurang lebih 4.000 Meter. Sedangkan tinggi dan lebarnya, kata Antum, satu meter. “Insya Allah pekerjaan saluran ini akan diselesaikan secepatnya,” katanya.

Ketika ditanya, kapan revitalisasi kawasan pusat perdagangan akan dituntaskan ? menurut dia, sesuai dengan kontrak yang ada, pekerjaan proyek akan berlangsung selama sembilan bulan atau akan berakhir pada Desember nanti.

DRAINASE PANJAITAN

Selain di kawasan pertokoan, Pemerintah Kota Gorontalo juga merevitalisasi drainase di Jl Nani Wartabone eks Jln Panjaitan. Selain drainase, jalan juga dilakukan perbaikan. Berbeda dengan jalan yang sudah tuntas di-aspal, proyek drainasenya mirip dengan kawasan pertokoan.

“Jujur jo, torang warga disini so sakit hati dengan ini proyek (Jujur saja kami warga sini sakit hati dengan proyek ini). Soalnya lama sekali mo kalar (Soalnya lama sekali selesai). Dulu dorang bilang, pas abis karja aspal, somo lanjut dengan saluran. Napa sampe sekarang ini got dorang tidak karja-karja (dulu mereka katakan pas selesai pengaspalan lanjut dengan saluran. Sampai sekarang drainase ini mereka belum kerjakan),”keluh seorang pria warga setempat mengaku bernama Jefri ketika diwawancarai Gorontalo Post, Rabu (3/8).

Jefri meminta kepada Pemerintah Kota Gorontalo agar segera mendesak pelaksana untuk melanjutkan pekerjaan drainase.

Tidak hanya Jefri, Michael Hermanto, pemilik toko Istana Bangunan di kawasan itu, juga mengeluhkan drainase yang belum juga dikerjakan oleh pelaksana proyek. Menurutnya, akibat dari belum dikerjakannya drainase, pendapatannya menurun. Hal ini disebabkan oleh pengunjung toko yang takut kenderaannya terperosok ke saluran.

“Dari lebaran Idul Fitri kemarin pendapatan saya menurun. Penurunannya sangat signifikan,” ujar Hermanto.

“Bukan cuma itu, ini saluran juga sudah membuat jalanan makin sempit. Di muka toko sering macet. Tolong pemerintah bisa memperhatikan ini dengan cara mempercepat pekerjaan proyek,” imbuh Michael Hermanto.

Selain Michael, penurunan pendapatan juga dirasakan Ronal Kano, pengusaha variasi mobil di Jalan Nani Wartabone. Menurutnya, pendapatannya mengalami penurunan hingga 60 persen.

“Dulu sebelum ada pekerjaan proyek, satu hari itu diatas 10 mobil yang masuk. Sekarang paling banyak hanya dua mobil,” ungkap Ronal.

Ronal juga mengungkapkan, tidak hanya dirinya yang merasakan dampak dari pekerjaan proyek yang dibiayai PEN dengan anggaran yang diajukan pelaksana sebesar Rp 23,9 Miliar itu. Kata Ronal, pengusaha kue yang bersebelahan dengan tempat usahanya juga merasakan hal yang sama.

“Coba bapak lihat disebelah, toko kue barokah. Itu sudah tutup semenjak pekerjaan proyek mulai dilaksanakan. Kata pemiliknya pelanggannya berpindah ke toko yang lainnya karena kondisi jalan yang berdebu kala itu,” ungkap Ronal.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsoan ketika dikonfirmasi awak media mengemukakan, pekerjaan drainase akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pelaksana, kata Rifadli, sementara menunggu pencetakan saluran yang menggunakan sistem U-Ditch di Kabila.

“Insya Allah dalam waktu dekat pekerjaan saluran akan dilaksanakan. Kami sudah mendesak pelaksana agar segera mempercepat proses pekerjaan,” kata Rifadli.

Menurut Rifadli, pekerjaan saluran harusnya sudah tuntas pada Juli kemarin. Namun, kata dia, pelaksana telah mengajukan permohonan untuk memperpanjang masa waktu pekerjaan yakni hingga Oktober mendatang.

“Pelaksana pembangunan drainase ini adalah PT. Mahardika Permata Mandiri. Satu paket dengan pengaspalan dan pendistrian,” ungkapnya.(rwf)

Pos terkait