Tambang Batu Hitam Marak, Polda Gorontalo Tahan Tiga Truk

Gorontalopost.id – Praktik penambangan meterial batu hitam atau batu galena (Pbs) di Gorontalo, masih marak dilakukan. Kilau galena dalam beberapa tahun terkahir memang menjadi andalan para pelaku tambang tanpa izin, khususnya di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Tak hanya pelaku tambang lokal, aksi penambangan galena bahkan melibatkan warga negara asing. Tahun lalu dua kontainer berisi batu hitam yang hendak dikirim ke Surabaya, diberi garis polisi di pelabuhan Gorontalo karena ilegal, dan dilarang dikapalkan.

Setelah itu, pengungkapan kasus ilegal tambang batu hitam terus dilakulan, seperti pada Maret 2022 yang lalu, Polda Gorontalo menahan sedikitnya lima truk berisi material tambang batu hitam. Terbaru, sabtu (10/9) pekan lalu, polisi kembali mengamankan tiga truk bermuatan batu hitam. Tiga truk tersebut diketahui mengangkut batu hitam dari Desa Tinemba, Kecamatan Suwawa Timur, Bone Bolango, dan hendak dibawa ke lokasi gudang penampungan di Kelurahan Hutuo, Limboto, Kabupaten Gorontalo. Pengangkutan mineral tambang yang diduga ilegal itu, tercium tim direktorat intelkam Polda Gorontalo. Tiga truk yang dikemudikan masing-masing AA (47) warga Kelurahan Molosipat, Kota Gorontalo, ARA (44), warga Desa Bongohulawa, Bone Bolango, dan H (19), warga Kelurahan Hutuo, Kabupaten Gorontalo itu melintasi Jl AA Wahab, Telaga, Kabupaten Gorontalo, yang melewati Mapolda Gorontalo.

Polisi yang mencurigai muatan tiga truk tersebut, kemudian kemudian mengarahkanya ke Mapolda Gorontalo. Hasilnya, ketiga truk tersebut memang benar memuat materil batu hitam. Dari hasil pemeriksaan, setiap truk mengangkut 160 karung batu hitam. Biasanya, setiap karung berisi 50 kg batu hitam. Totalnya ada 480 karung yang diangkut. “Penangkapan tiga unit dump truck muatan material tambang diduga batu hitam

itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima oleh anggota Ditintelkam Polda Gorontalo,”ujar Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono kepada Gorontalo Post, saat dikonfirmasi, kemarin.

Dalam penangkapan itu, petugas juga mendapati adanya dokumen perusahaan PT HRS, selanjutnya tim Ditintelkam, meneruskanya ke Ditreskrimsus Polda Gorontalo untuk proses lebih lanjut. “Ya, saat ini tiga truck sudah diamankan di Polda dan masih dalam tahap penyelidikan oleh Ditreskrimsus Polda Gorontalo,”kata Wahyu. Mantan Kapolres Bone Bolango ini juga mengungkapkan, berdasarkan hasil interogasi kepada ketiga sopir dum truk, terungkap jika material yang mereka angkut itu berasal dari Desa Tinemba Kecamatan Suwawa Timur, Bone bolango untuk dibawa menuju gudang penampungan (stock file) yang berlokasi di Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto. Berdasarkan hasil pengembangan dan interogasi dari ketiga sopir, ditemukan sekitar dua ribu karung batu hitam di gudang tersebut. “Penyidik tentu akan terus melakukan pengembangan penyidikan atas kasus ini sampai akar-akarnya. Kita tunggu saja bagaimana hasil penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini,”tandas Wahyu.

Sementara itu pantauan Gorontalo Post di Mapolda Gorontalo ketiga truk itu diamankan di lokasi penyimpanan barang bukti dan dalam pengawasan ketat dari petugas kepolisian. Ketiga sopir hingga sore kemarin juga dilakukan pemeriksaan di ruang penyidik Dit Reskrimsus Polda Gorontalo. (roy).

Comment