Masjid Raya di Danau Limboto, Rencana Ground Breaking 23 Januari

SEGERA DIBANGUN : Lokakarya pembangunan masjid raya Gorontalo yang digelar Pemprov Gorontalo bersama DMI Gorontalo, Sabtu (19/11). (foto : gorontalo post)

Gorontalopost.id  – Rencana pembangunan masjid raya Gorontalo, punya progres baru, yakni lokasi pembangunan dipastikan akan dilakukan di tepi danau Limboto. Lokasi ini disetujui dalam lokakarya pembangunan masjid raya Gorontalo, Sabtu (19/11) di rumah dinas Gubernur Gorontalo. Penetapan lokasi masjir raya di tepi danau limboto, dengan sendirinya membatalkan lokasi pembangunan masjid raya yang telah direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo selama ini, yakni di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Dalam lokakarya tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Gorontalo, akademisi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, unsur Kementerian Agama, DPRD, unsur Forkopimda, serta organisasi masyarakat. Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo, Sukri Botutihe turut hadir dalam lokakarya tersebut. “Pembangunan masjid raya Gorontalo sudah selesai dilokakaryakan dan semua peserta setuju pembangunan dilaksanakan di Danau Limboto,” kata Ketua Panitia Lokakarya Masjid Raya Gorontalo, Rusliyanto Monoarfa.

Bacaan Lainnya

Rusliyanto mengatakan, tepi danau Limboto dipilih karena lokasi strategis sekaligus menjadi sentralnya aktifitas masyarakat Gorontalo. Selain itu bila masjid raya di bangun di sekitar danau, maka sudah tidak diperlukan lagi biaya untuk pembebasan lahan. Karena lahan di kawasan danau Limboto merupakan tanah negara.

Sebelumnya, mengemuka empat lokasi pembangunan Masjid Raya, yakni di Kelurahan Moodu sebagaimana yang direncanakan Pemprov selama ini, di wilayah Tilongkabila, kawasan danau, dan area Gorontalo Outer Ring Road (GORR). “Danau Limboto menjadi lokasi strategis dari sisi akses mudah masuk ke danau Limboto dari berbagai lokasi,”terangnya.

Dalam lokakarya yang dipandu jurnalis senior Femy Udoki itu, juga dibahas terkait skema pembiayaan pembangunan masjid raya. Terungkap akan ada dari unsur pemerintah daerah, dan unsur masyarakat atau donatur. Selain itu, pemerintah daerah juga segera menetapkan panitia pembentukan pembangunan masjid raya. Bahkan, telah direncanakan, pelaksanaan peletaqkan batu pertama pembangunan masjid raya pada saat HUT Provinsi Gorontalo atau momentum hari patriotik 23 Januari.

Ketua DMI Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingo, yang juga Bupati Gorontalo ini mengatakan, akan mendukung penuh pembangunan masjid raya Gorontalo yang berada di wilayahnya itu. “Dari berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan peserta lokakarya, menyepakati lokasi disekitar Danau Limboto sebagai tempat pembangunan masjid raya,”ujar Nelson.

Menurutnya, sudah sangat layak Gorontalo memiliki masjid raya, yang nantinya menjadi ikon daerah berjuluk serambi madina ini. “Provinsi Gorontalo ini sudah 22 tahun tidak punya masjid raya, padahal masjid raya itu adalah ikon, lambang dan penyemangat daerah ini. Oleh karena itu, tekad membangun masjid raya utama dan kita mulai paling lambat 23 Januari,” jelas Nelson.

Kata Nelson, ini akan membuat nuansa baru lagi bagi danau Limboto yang selama ini dilakukan penataan maka dengan dibangunnya masjid raya maka akan tertata lagi.

Dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat baik dari agama, sisi ekonomi bahkan dari sisi sosial budaya bagi warga di sekitar. “Bisa dibayangkan nuansa keagamaan berada di sekitar danau Limboto. Kita juga menetapkan kepanitiaan bahkan arsitek dan itu sudah dirumuskan pada loka karya,” tandas Nelson. (Nat)

Pos terkait