Halid Bantah Isu Tak Sedap yang Beredar, Soal Polemik Batu Hitam

Ketua Dekab Bonbol Halid Tangahu bersama pengurus koperasi Tindaho. (Foto Caisar/GP)

Gorontalopost.id – Ketua Dekab Bonbol Halid Tangahu, menanggapi isu tak sedap yang menerpanya terkait polemik batu hitam. Meski sempat merasa tidak mau menanggapi hal yang baginya itu tidak elegan. Namun Halid mengaku kecewa karena kabar yang ikut membawa namanya tersebut tidak benar. Dan seolah dibuat untuk diedar kepublik.

Dia menyayangkan kenapa harus namanya ikut terseret bahkan dikaitkan dengan nama partai dan koperasi Tindaho mengenai batu hitam. Belum lagi kabar beredar menyebut juga mengenai adanya pemerasan dan memonopoli batu hitam.

Bacaan Lainnya

Karena kabar tersebut. Maka, Senin(21/11) kemarin Halid bersama pengurus koperasi Tindaho meluruskan sekaligus membantah kabar tak sedap itu. Menurut Halid tidak ada pernah sedikit pun dirinya terbesit rasa untuk kepentingan pribadi. Begitu juga mengenai pemerasan, menurutnya jika itu benar maka ia persilahkan proses hukum.

Sementara soal koperasi Tindaho berupaya memonopoli batu hitam, kata Halid itu tidak benar. Sebaliknya justru ia ketahui saat ini koperasi Tindaho masih terus melengkapi dan mengikuti segala aturan persyaratan dan izin berlaku.

” Itu tidak benar. Justru akibat kabar ini malah seolah saya yang disudutkan dan dikaitkan.” Ujarnya. Lanjut Halid berharap baiknya penyelesaian masalah ini dapat diselesaikan dengan duduk bersama.

” Saya sebagai pimpinan DPRD sebenarnya tidak perlu menjawab karena seharusnya kita duduk bersama. Kita adu argumen dan uji intelektual saja bukan menyebar isu murahan. Kalau mau marilah berjuang sama-sama. Jangan isukan hanya untuk membelokan fakta, “ujarnya.

Sementara pengurus Koperasi Tindaho, Isman Biga,saat bersama Sutarno Biga, dan Bahrizal Alaina serta masyarakat Taufik Seban mengatakan secara terbuka isu yang beredar belakangan itu tidak benar. Sebaliknya perjuangan mereka selama ini menurutnya murni untuk mendapatkan legalitas dan ikut jaga stabilitas dan supaya daerah bisa mendapat faedah.

” Maka kami sampaikan pencatutan nama koperasi apalagi nama ketua dekab dikaitkan itu tidak benar. Bahkan ada juga nama koperasi kami diisukan ada pemerasan itu tidak benar kami murni memperjuangkan rakyat melalui semangat itu kami berjuang supaya kita nanti bekerja tanpa bersentuhan hukum, ” Ujarnya.

Dia mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kabar yang seolah menganggap koperasi Tindaho memonopoli batu hitam. ” Sehingganya kita bangun bersama koperasi Tindaho kami tidak pernah libatkan ketua apalagi mengenai isu peras memeras. Insya Allah selama perjuangan kami jaga marwah perjuangan ini tanpa ada sesuatu, ” ujarnya. (csr)

Pos terkait