Pemindahan Lokasi Masjid Raya Diprotes, Harson : Masjid Ini Milik Pemprov Bukan Pribadi

Desain rencana masjid raya Gorontalo yang pernah diungkap ke publik. (foto : dokumen)

Gorontalopost.id – Wacana pemindahan lokasi pembangunan Masjid Raya Gorontalo di kawasan Danau Limboto Kabupaten Gorontalo menuai protes. Salah satunya disampaikan Ketua Tim Advokasi Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo Harson Abas SH.

Kepada Gorontalo Post Harson Abas mengatakan, pihaknya menolak keras jika pembangunan Masjid Raya Gorontalo itu dipindahkan lokasi pembangunannya ke Danau Limboto. Pasalnya diakui Harson, lokasi sebelumnya telah dibebaskan lahannya di Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Bacaan Lainnya

“Ini Masid Raya Gorontalo bukan milik pribadi atau yayasan yang seenaknya saja mau dipindahkan lokasi pembangunannya di danau Limboto. Sebab Masid Raya Gorontalo adalah milik Pemerintah Provinsi Gorontalo yang nantinya dibangun menggunakan APBD Pemprov Gorontalo dengan lokasi yang sudah ditetapkan di Kelurahan Moodu,”kata Harson Abas SH. Selain menggunakan APBD Provinsi, pembangunan Masjid Raya Gorontalo juga jelas Harson Abas akan ada dana sharing dari Kabupaten Kota.

“Kasian bagaimana dengan uang-uang donasi dari masyarakat serta uang yang dipotong dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah terkumpul saat ini telah mencapai miliaran rupiah.

Para donatur tau masjid itu akan dibangun di Moodu, tiba-tiba suda mau dipindah ke danau Limboto,”ungkap Harson. Lebih lanjut diungkapkan Harson, bahwa lokasi di Moodu juga telah memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Selain itu tambah Harson, sebagian lahan untuk pembangunan Masjid Raya Gorontalo juga telah dibebaskan. Sehingga jika pembangunan Masjid Raya Gorontalo itu sudah mendesak, maka bisa dilakukan di lahan yang sudah dibebaskan tersebut.

“Pemerintah Provinsi sudah memebaskan tanah, kenapa ada dari pihak lain yang mengatasnamakan yayasan ingin ambil alih untuk memindahkan lokasi pembangunan Masjid Raya Gorontalo ke Danau Limboto.

Kalau memang ada dari pihak Yayasan maupun dari pihak manapun ingin bangun masjid di Danau Limboto tidak masalah, tapi jangan Masjid Raya Gorontalo yang notabane merupakan aset daerah provinsi,”tegas Harson sembari menambahkan, jika ada pihak-pihak yang tetap memaksakan pemindahan lokasi pembangunan Masjid Raya Gorontalo ke Danau Limboto maka pihaknya selaku Tim Advokasi Pemkot Gorontalo akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Seperti diketahui sebelumnya Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Panitia Lokakarya Masjid Raya Gorontalo bersepakat pembangunan masjid raya Gorontalo akan dilaksanakan di kawasan Danau Limboto. Kesepakatan tersebut diambil pada seminar lokakarya rencana pembangunan masjid raya Gorontalo Pembangunan Masjid Raya Gorontalo, di aula Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (19/11/2022).

Seminar tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Syukri Botutihe, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang juga menjabat sebagai Ketua DMI Provinsi Gorontalo, anggota DPRD Hamid Kuna, Kakanwil Kemenag Provinsi, perwakilan Forkopimda, akademisi, organisasi masyarakat serta ketua dan pengurus lokakarya.

“Pembangunan masjid raya Gorontalo sudah selesai dilokakaryakan dan semua peserta setuju pembangunan dilaksanakan di Danau Limboto,” kata Ketua Panitia Lokakarya Masjid Raya Gorontalo Rusliyanto Monoarfa disela seminar tersebut. Rusliyanto mengatakan, danau Limboto dipilih karena lokasi strategis sekaligus menjadi sentralnya aktifitas masyarakat Gorontalo. Selain itu bila masjid raya di bangun di sekitar danau maka sudah tidak diperlukan lagi biaya untuk pembebasan lahan. Karena lahan di kawasan danau Limboto merupakan tanah negara.

“Dari empat lokasi (kelurahan Moodu, Tilongkabila, kawasan danau dan GORR) danau Limboto menjadi lokasi strategis dari sisi akses mudah masuk ke danau Limboto dari berbagai lokasi, yg kedua danau Limboto tidak perlu ada pembebasan lahan karena itu adalah lahan milik pemerintah pusat. Jadi kita akan bermohan kepada pemerintah pusat mudah mudahan pemerintah pusat akan menyetujui,” jelas Rusliyanto. (roy)

Pos terkait