Viral, 2 Cewek ABG Berantem Gegara Cowok, Polisi Turun Tangan

bali.gorontalopost.id, BULELENG – Video perkelahian dua anak baru gede (ABG) cewek viral di Bali setelah tersebar luas di media sosial (medsos).

Ada dua video yang tersebar, masing-masing berdurasi 12 detik dan satu lagi 2 menit 14 detik.

Pada video dengan durasi 2 menit 14 detik, dua ABG cewek yang sama-sama memakai kaus warna hitam terlihat cekcok mulut diduga terjadi di kawasan Celukan Bawang, Gerokgak, Buleleng, Bali.

Salah satunya kemudian meminta untuk menunggu seorang laki-laki berinisial S yang diduga diperebutkan dua cewek ABG. Terdengar sayup-sayup salah satu di antaranya bahwa dirinya tidak merebut pacar orang. Namun, salah satunya tidak percaya. Cekcok mulut itu disaksikan teman-temannya dan warga yang ada di lokasi kejadian.

“Tunggu dahulu cowoknya, siapa kira-kira yang akan dipilih,” teriak salah satu di antaranya dengan menggunakan bahasa Bali.

Di video kedua yang berdurasi 12 detik, tergambar aksi perkelahian keduanya. Kedua cewek ABG itu sama-sama memukul, menendang dan menjambak rambut lawannya. Meski temannya berusaha melerai, tetapi kedua cewek ABG itu tetap saja melayangkan pukulan satu sama lain.

Beberapa di antaranya malah merekam adegan tidak terpuji itu. Insiden ini spontan mengundang reaksi netizen di Bali yang mengecam aksi para ABG itu.

Polisi Buleleng bahkan langsung turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Lima orang cewek ABG langsung digiring ke Polsek Celukan Bawang, Gerokgak, Buleleng untuk dimintai keterangan.

“Video itu benar, kejadiannya hari Sabtu lalu (19/11),” ujar Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya.

Dilansir dari akun resmi Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya mengatakan orang tua cewek ABG yang terlibat perkelahian itu telah dipanggil dan dipertemukan di Polsek Celukan Bawang.

“Dilakukan mediasi, astungkara dapat diselesaikan dengan baik. Mereka berjanji tidak mengulangi lagi,” kata AKP Gede Sumarjaya.

Menurut AKP Sumarjaya, kedua cewek ABG yang terlibat perkelahian itu mengaku kapok dan berjanji tidak mengulangi lagi kejadian tersebut.

Para orang tuanya juga akan ikut mengawasi.

“Khusus untuk anak-anak, fokus ke sekolah dan pendidikan,” paparnya. (lia/JPNN)

Comment