Manajemen RS ZUS Minta Diingkatkan, Agar Menjadi Tempat Rujukan, Bukan Pertunjukan

Pembajasan APBD Kabupaten Gorut tahun 2023, oleh Banggar DPRD Gorut bersama TAPD dan OPD teknis, Selasa (22/11) kemarin.

Gorontalopost.id  – Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), dari Fraksi PAN, Lukman Botutihe berharap agar Rumah Sakit (RS) Zainal Umar Sidiki (ZUS) dapat memperbaiki manajemennya, sehingga bukan hanya menjadi rumah sakit pertunjuman namun menjadi rumah sakit rujukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Lukman saat pembahadan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023, di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Selasa (22/11) kemarin. “Saya sedikit menantang RS ZUS, agar kedepan benar-benar menjadi rumah sakit rujukan, bukan rumah sakit pertunjukan” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Lukman, dirinya melihat selama ini, pasien yang dibawah ke RS ZUS, itu kebanyakan dirujuk, sehingga kondisi tersebut memposisikan RS ZUS hanya sebuah tempat persinggahan, layaknya sebuah pertunjukan.

“Padahal kita menginginkan RS ZUS memang posisinya adalah sebuah rumah sakit untuk merawat orang sakit, nanti ketika kondisinya memang mendesak karena alasan dokter ahli atau lainnya, barulah dirujuk” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Lukman juga bertanya kepada piha manajemen rumah sakit terkait dengan ketersediaan dokter, tserutama ubntuk dokter ahli serta fasilitas pendukung lainnya.

Berbicara soal anggaran, Lukman menegaskan bahwa anggaran ada, hanya saja diharapkan anggaran tersebut, benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan fasilitas yang dibutuhkan.

“Bisa tidak, RS ZUS memaksimalkan pelayanan sehingga dapat menekan angka rujukan. Kalau mau rujuk nanti yang urgen atau karena dokternya tidak ada. Sehingga kesan RS ZUS benar-benar sebuah rumah sakit, bukan tempat pertunjukan” kata Lukman.

Selain itu juga, terhadap ketersediaan tenaga dokter turut dipertanyakan dan juga soal komitmen pihak pengelola. (abk)

Pos terkait