Bandar Obat Keras Dibekuk

Seorang bandar obat keras jenis Trihexyphenidyl, berhasil dibekuk oleh Tim Bivi Itam (Opsnal,red) Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota.

Gorontalopost.id  – Tim Bivi Itam (Opsnal,red) Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota, berhasil membekuk Bandar obat keras di Kota Gorontalo.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pengungkapan tersebut terjadi pada Jumat (28/10/2022) sekitar pukul 21.00 Wita. Awalnya, Tim Bivi Itam yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba, Iptu Mahyudin Popoi,S.H dan Kanit, Aipda Toto Budiyanto, mendapatkan informasi dari masyarakat, di mana ada seorang lelaki yang bernama WH alias Endi (39), warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, diduga sering mengedarkan obat keras jenis Trihexyphenidyl di wilayah Kota Gorontalo. Berdasarkan informasi itu, Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Bacaan Lainnya

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Endi sedang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Limba U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Tim Bivi Itam kemudian bergerak cepat menuju ke lokasi dan langsung mengamankan Endi. Ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan 15 butir obat jenis Trihexyphenidyl yang disimpan disebuah tas hitam miliknya.

Tak hanya itu saja, tim kemudian memeriksa sebuah bentor yang digunakan oleh Endi, dan ditemukan 100 butir yang terletak pada samping jok bentor, sehingga total menjadi 115 butir. Kepada Polisi, Endi mengaku bahwa obat tersebut milik MRS yang disuruh jual dengan harga Rp 10 ribu dan yang menjadi perantara adalah MCP alias Uli.

Setelah mendapatkan keterangan Endi, Polisi kemudian bergerak ke rumah milik Uli yang terletak di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, sekitar pukul 23.00 Wita. Ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan 15 butir obat Trihexyphenidyl.

Uli pun mengakui bahwa dirinya mendapatkan obat tersebut dari MRS alias Marcel, dan menjadi perantara untuk Endi.
Keesokan harinya, Sabtu (29/10) sekitar pukul 08.30 Wita, Tim Bivi Itam kemudian memancing MRS ke rumah MCP, untuk bertemu dengan WH alias Endi. Ketika MRS datang Polisi kemudian menangkapnya. Saat ditangkap, Acil tidak memberikan perlawanan.

Dirinya mengakui bahwa telah menyuruh Endi untuk mengedarkan obat jenis Trihexyphenidyl melalui perantara Uli. Diakui pula bahwa, selain Uli dan Endi, dirinya juga turut menyuruh IT alias Iwan dan RL alias Mat, untuk mengedarkan obat Trihexyphenidyl.

Dari pengakuannya tersebut, Tim Bivi Itam kemudian menangkap IT alias Iwan (27) di salah satu kos-kosan yang terletak di Jalan Palma, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, sekitar pukul 11.00 Wita. Dari hasil penggeledahan, ditemukan 51 butir obat Trihexiphenidyl.

Kemudian sekitar pukul 12.00 Wita, Polisi kembali menangkap RL alias Mat (41), di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Dari rumah Mat, Polisi menyita kurang lebih 40 butir obat Trihexiphenidyl. Setelah melakukan pengungkapan tersebut, lima masyarakat ini kemudian digiring ke Polres Gorontalo Kota dan barang buktinya disita.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Ardi Rahananto,S.E,S.I.K,M.Si melalui Kasat Narkoba, Iptu Mahyudin Popoi,S.H, yang disampaikan oleh Kanit Narkoba, Bripka Arman, lima orang tersebut kini telah dilakukan penahanan di Polres Gorontalo Kota. Peran mereka yakni, Endi, Uli, Iwan serta Mat sebagai penjual dan MRS alias Marcel sebagai bandar.

“Jadi obat ini disuruh jual oleh MRS alias Marcel dengan harga Rp 10 ribu. Obat ini pun dibeli oleh Marcel secara online,” ujarnya.
Lanjut kata Bripka Arman, tersangka Endi, Uli, Iwan dan Mat dikenakkan Pasal 197 junto Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, Subsider Pasal 198 junto Pasal 108 ayat 1 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Sedangkan untuk tersangka MRS alias Marcel, dikenakkan Pasal yang sama, namun ditambahkan dengan junto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana, karena perbuatan yang berlanjut. Untuk selanjutnya, para tersangka sudah di tahan dan barang bukti berupa 221 butir Trihexyphenidyl telah kami sita. Kami pun masih terus melakukan pengembangan terkait dengan pengungkapan ini,” kata Bripka Arman,S.H yang diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (21/11/2022). (kif)

Pos terkait