Proyek Jalan Panjaitan Mandek, Giliran Plat Merah Malintuang di Got

GORONTALO – GP – Sudah lebih setahun, proyek revitalisasi jalan Nani Wartabone eks jalan DI Panjaitan, Kota Gorontalo tak kunjung selesai.Akibatnya, tak saja membuat semraut lalu lintas pada jalur paling sibuk di Kota Gorontalo itu, namun juga menjadi pemicu kecelakaan. Tepanya, terperosok ke got atau saluran yang telah digali terlebih dahulu itu.

Terbaru adalah mobil rush hitam plat merah, DM 934, yang malintuang (terperosok) di got dekat SPBU Bundaran Saronde, Kota Gorontalo, Kamis (9/3) sore. Mobil milik pemerintah ini, oleh pengendaranya hendak parkir di tepi jalan. Ternyata, roda kiri depan sudah masuk got, dan seketika ikut terperosok ke galian drainase yang penuh lumut dan jorok itu. “Katanya dia (pengendara,red) mau beli gas di SPBU, tapi tidak tau pas parkir mobil roda sebelah kiri masuk ke saluran air depan indomaret,”ungkap Husain, salah satu warga yang melihat kejadian itu.

Beruntung pengemudi tak mengalami luka serius. Peristiwa ini sendiri langsung menyedot perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Mereka pun berupaya melakukan pertolongan dengan mengangkat mobil dengan peralatan seadanya.

Wakasatlantas Polresta Gorontalo Kota, IPTU Wiliam mengatakan, peristiwa ini juga membuat kemacetan kendaraan yang melintas di Jalan Nani Wartabone tersebut. “Namun setelah petugas datang, lalu lintas kembali lancar,” tandasnya. IPTU Wilian berharap, pekerjaan revitalisasi Jalan Nani Wartabone segera dituntaskan, agar tak ada lagi kejadian seperti ini. Sebab, dari catatan yang ada, peristiwa mobil terperosok ke saluran akibat proyek yang tak kunjung tuntas itu, sudah berulang kali.

Bahkan, beberapa waktu lalu, truk box pengangkut barang ke minimarket yang ada di kawasan itu juga terperosok. “Apalagi ini mulai memasuki bulan Ramadhan, semoga kedepanya pekerjaan jalan dan saluran air ini segera selesai,” ujar IPTU Wilian, ia berharap masyarakat juga hati-hati melintasi kawasan itu.

Proyek revitaliasi jalan panjaitan diprogramkan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, yang mulai dikerjakan sejak Desember 2021. Target selesainya waktu itu adalah pertengahan tahun 2022, tapi ternyata meleset, hingga kini tak kunjung tuntas. Pelaksana proyek, sudah lebih dulu menggali drainase, disisi kiri dan kanan jalan. Jadinya, jalan terkesan sempit, apalagi parkiran kenderaan mengambil sisi kiri dan kanan badan jalan.

Keluhan terhadap proyek ini sudah banyak disuarakan, apalagi bagi pelaku usaha di sepanjang jalan itu. Mereka mengeluh, lantaran omset yang berkurang sejak proyek mulai dikerjakan, belum lagi bau busuk dari got yang entah kapan selesai dikerjakan itu. “Debo ma moali 3 periode boti wali kota / sudah bisa tiga periode ini wali kota,”tulis salah satu warganet disebuah postingan facebook. “Mo tunggu berapa periode ini got baru selesai atii/tunggu berapa periode lagi ini got akan selesai,”tulis warganet lainya.

Pemerintah Kota Gorontalo optimis proyek tersebut akan selesai tahun ini. Dari Rp 25 Miliar anggaran proyek, masih ada Rp 13,6 Miliar anggaran untuk kelanjutanya. “Akan tetap dilanjutkkan,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Rifadly Bahsoan baru-baru ini. (tro/rwf)

Comment