Waspada Modus Penipuan Aplikasi Tilang Elektronik

Gorontalopost.id – Setelah maraknya penipuan modus undangan pernikahan melalui Pesan WhatsApp pribadi. Kali ini aksi penipuan beredar di media sosial dengan menyasar ke aplikasi percakapan via Whatsapp berupa tilang elektronik.

Pesan WhatsApp tersebut kini berisi pembayaran tilang online yang mengatasnamakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam pesan tersebut korban diminta untuk membayar uang denda yang ditransfer ke rekening virtual account. Tak hanya itu dalam pesan tersebut dengan meyakinkan korbannya untuk meminta segera ke kantor polisi terdekat.

Beberapa wilayah di Indonesia termasuk Provinsi Gorontalo saat ini menjadi sasaran modus penipuan melalui tilang elektronik ini. Untuk mengantisipasi hal ini terjadi di Kota Gorontalo. Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP Supomo memberikan klarifikasi atau penjelasan terkait APK Tilang Elektronik yang beredar di masyarakat. Pihak Kepolisian meminta masyarakat berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) melalui aplikasi WhatsApp.

“Hati-hati modus WhatsApp penipuan pembayaran tilang elektronik yang sekarang terjadi di masyarakat dengan mengatasnamakan tilang elektronik,” kata AKP Supomo, Kamis (16/23).

Pemberitahuan Tilang Polri menyampaikan jika tilang hanya dikirimkan melalui pesan SMS dari sistem tilang elektronik, tidak melalui pesan WhatsApp.

Pesan WhatsApp tersebut merupakan modus penipuan berkedok tilang online. Dijelaskan juga bahwa tilang online. Polri tidak pernah menginformasikan kode bayar melalui WhatsApp, Untuk tilang elektronik jelas AKP Supomo tidak dikirim lewat Wa grup atau WA pribadi, tapi Polri bekerja sama dengan PT. Pos untuk mengirim surat konfirmasi ke alamat pelanggar.

“Jadi kami menghimbau masyarakat agar jangan tertipu dengan konten yang mengatas namakan surat tilang agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Alangkah lebih baik dikonfirmasi dulu,” tandas AKP Supomo.

Kesimpulannya, informasi pesan tilang elektronik melalui Whatsapp atau WA TIDAK BENAR atau PENIPUAN. Jika pelanggaran lalulintas yang dilakukan warga akan masuk melalui pesan SMS, dan pemilik kendaraan yang ditilang bisa langsung mendatangi kantor polisi terdekat. (roy)

Comment