Tersangka PDAM Bonbol Bakal Bertambah, Yusar : Saya Tunggu di Penjara

gorontalopost.id- Rompi merah jambu khas tahanan tindak pidana korupsi (Tipikor) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, langsung dikenakan penyidik ke eks Dirut Perumda Tirta Bulango (PDAM,red) YL alias Yusar, usai pemeriksaan, Jumat (1/8). Status YL saat itu telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi program penyambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (SRMBR) yang dilakukan PDAM Bone Bolango berbanderol Rp 24,3 Miliar.

Usai pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka, Yusar tak dibolehkan lagi pulang ke rumah. Eks bos PDAM ini, langsung diarahkan ke mobil tahanan yang terparkir di halaman Kejati Gorontalo, dan diantar ke penjara, Lapas kelas II Kota Gorontalo. Yusar tak banyak berkomentar, ia hanya meminta wartawan untuk melihat Whatsapp Story yang baru saja ia tulis. “Hari ini saya ditetapkan sebagai TSK (tersangka,red) dan langsung di tahan. Siap-siap jo ngoni, apalagi yang selalu bikin HP (Harapan Palsu),”tulis Yusar dalam Whatss App (WA) story pribadinnya. Tangkapan layar WA story berlatar biru muda itu banyak beredar melalui media sosial. Tak berapa lama, Yusar juga menulis story dengan latar kuning. “Kita mo tunggu ngoni di dalam (saya akan tunggu kalian di dalam (penjara),”tulisnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Gorontalo, Dadang M Djafar SH., MH, kepada wartawan mengatakan,Yusar ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Nomor Print 852/P.5/FD.1/09/2023 Tanggal 1 September 2023, setelah ditetapkan tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor B 1748/P5/FG.1/0/2023 Tanggal 1 September 2023.

Dijelaskan Dadang, kasus yang menyeret Yusar, yaknipenyertaan modal Pemerintah Kabupaten Bone Bolango ke Perumda Tirta Bulango sejak 2018 hingga 2021. “Program SRMBR hanya melampirkan surat kapasitas air mengganggur, yang mana hal itu bertentangan dengan Surat Edaran Direktur Jendral Cipta Karya pada Kementerian PUPR,”ungkap Dadang. Program ini berbanderol Rp 24,3 Miliar, dan tidak sesuai peruntukan. Dalam perkara ini, Kejati telah memeriksa banyak pihak, termasuk Bupati Bone Bolango, Hamim Pou. Kader NasDem itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Selain itu, tim Kejati juga telah melakukan penggeledahan sejumlah tempat, termasuk kantor Perumda Tirta Bulango untuk pengumpulan barang bukti.

Lebih lanjut Dadang M Djafar kepada Gorontalo Post, Ahad (3/9)mengatakan, terkait perkara tersangka Yusar, saat ini masih dilakukan pemberkasan, jika telah beres, selanjutnya penyerahan berkas perkara dari Jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), hingga tahap dua yakni penyerahan tesangka dan barang bukti dari jaksa penyidik ke JPU. Setelah tahap dua, persiapan pelimpahan ke pengadilan. “Perkarannya saat ini masih tahap penyidikan, kemungkinan masih ada lagi pihak-pihak yang akan diperiksa guna kelengkapan berkas perkara,”ungkap Dadang.

Hanya saja Dadang enggan berkomentar mengeni story Whtas App pribadi Yusar, yang menyebut akan menunggu tersangka lain di penjara. Dadang beralasan terkait story story Whtas App pribadi itu bukan kapasitasnya mengomentari. “Itu tidak ada hubungan dengan penanganan perkara, jadi saya tidak mau mengomentarinya,”tegas Dadang.

Kendati begitu, Dadang menyebut, tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain selain Yusar, yang dinilai turut bertanggungjawab terkait program PDAM yang mengakibatkan kerugian negara itu. “Ya, siapa tersangkannya nanti kita tunggu saja. Kalau pak Yusar bisa membuktikan itu uang mengalir kemana saja, pasti penyidik akan memeriksa orang-orang yang ikut menikmati uang tersebut. Yang jelas perbuatan Yusar yang harus dibuktkan,nanti jika akan berkembang ke yang lain nanti kita lihat saja perkembangan selanjutnya. Sebab Yusar masih akan diperiksa dan berpotensi menyebut orang-orang yang diduga turut terlibat,”terangnya. (roy)

Comment