SK Mendagri Berlaku, Hamim Pensiun

Hari Terakhir, Bawa Pulang Kursi Kerja Tua

Gorontalopost.id, BONBOL – Surat Keputusan Meteri Dalam Negeri (SK Mendagri) nomor 100.2.1.3-3696 tahun 2023, tentang pengesahan pemberhentian Bupati Bone Bolango Hamim Pou berlaku mulai hari ini, Sabtu (4/11) atau seiring dengan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Legislatif Pemilu 2024.

Hamim yang sudah 13 tahun memimpin Bone Bolango itu, memilih tidak menuntaskan masa pengabdianya untuk masyarakat Bone Bolango hingga akhir masa jabatan, dan memilih menjadi calon legislatif DPR RI pada daerah pemilihan Sulawesi Utara (Sulut).

“Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir saya bekerja sebagai bupati, pelayanan dan penjaga Kabupaten Bone Bolango,”ujar Hamim Pou, dalam postinganya yang diunggah pada akun facebook, Jumat (3/11) kemarin.

Dalam postingan itu, Hamim mengatakan, sebagai pemimpin daerah, dia sudah berusaha maksimal untuk membangun Bone Bolango.

“Alhamudulillah, kini seuanya lebih baik, menjadi salah satu yang terbaik di tanah air. Kita semua mencintai kabupaten ini,”tambahnya.

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf, atas segala ketidakberhasilan, kekurangan, salah dan khilaf selama menjadi bupati.

Sementara itu, di hari terakhirnya sebagai Bupati, kemarin, Hamim terihat masih beraktivitas seperti biasa, bahkan menghabiskan jam kerjanya di kantor, sebelum kemudian beres-beres barang untuk dibawa pulang.

Dimana Hamim menjalani agenda kerjanya dimulai dengan olahraga senam bersama dengan seluruh ASN di lapangan kantor Bupati Bonbol.

Setelahnya, masih membuka kegiatan pencanangan HUT Korpri ke 52 yang tak jauh digelar dihalaman kantor Bupati.

Di acara tersebut Hamim menyempatkan ramah tamah dengan seluruh ASN, sampai aparat desa se Bone Bolango.

Sembari ia menceritakan kisah perjalanan hidupnya sejak kecil.

Meski hanya singkat, namun secara runut ia jelaskan kehidupannya dari kecil sampai meniti karir politik menjadi orang nomor 1 di Bone Bolango.

Menjelang salat jumat, Hamim kembali ke tempat kerjanya di lantai dua kantor bupati.

Di ruang kerja itulah, Hamim ditemani sang istri dan sejumlah pejabat langsung beres-beres sambil menjelaskan isi dan suasana ruang kerjanya.

Diantara barang-barang pribadinya yang dibawa pulang yakni pajangan berupa foto, kaligrafi, dan lukisan-lukisan lainnya, buku-buku kecil, foto album dokumentasi kerjanya, sajadah, pajangan nasihat pemangku adat.

Disitu, Hamim juga menunjukan koleksi pajangan lainnya dan sembari menceritakan juga kebiasaannya setiap kerja yang hampir jarang istirahat siang.

Bagaimana tidak, sebab kata Hamim jika pejabat negara biasanya tersedia tempat tidur di ruang istirahatnya.

Maka beda dengannya, di ruang pribadi yang ditunjukannya itu justru hanya terlihat dalam kondisi kosong.

Pada kesempatan itu, juga ditunjukan kursi kerjanya, rupanya kursi kerja ini masih diadakan oleh Biro Umum Setda sejak tahun 2010, saat ini, Hamim masih sebagai Wakil Bupati.

Kursi kerja itu tak pernah digantinya, dan terus menemaninya di ruang kerja, hingga menjadi pelaksana tugas bupati, dan bupati dua periode.

Untuk itu saking bernilainya kursi, maka Hamim pun memutuskan untuk membawanya pulang sebagai kenang-kenangannya.

“Kursi ini telah menemani saya lebih 10 tahun. Tidak pernah saya menggantinya. Sejak tahun 2010 saya menjabat saya pakai, kalau itu (kursi baru yang ditunjuknya) baru dua tahun.

Ini kursi Bupati ya karena ini sudah dihapus bukukan, jadi saya mau bawa pulang sebagai kenang-kenangan,” jelasnya hingga memicu haru semua orang.

Tidak sampai disitu saja, ternyata selama ini setiap kali mengawali kerjanya dipagi hari selalu didahului dengan membaca Yasin.

Buku yasin itu pun diambilnya terletak tepat dimeja kerja.

Sambil memeriksa barang-barang kecil lainnya.

Hamim pun sempat terlewatkan membawa sebuah pajangan hasil tulisan Imawan Mashuri, bos Hamim Pou ketika sebagai wartawan dulu.

Imawan yang juga komisaris utama Gorontalo Post Grup itu, menuliskan artikel dengan judul ‘Hamim Pou Jadi Doktor Kemiskinan’ saat Hamim berhasil mempertahankan disertasi doktornya di Universitas Brawijaya.

Cetakan artikel itu kemudian dibingkai, dan di pajang di ruang kerjanya.

“Ketika saya ujian terbuka beliau (Imawan,red) hadir, setelah pulang beliau menuliskan tentang saya di Jawa Pos Group, ” jelasnya.

Setelah mengemasi beberapa barang pribadi, ia pun menunjukan kembali di sebuah ruangan rapat. Didalamnya, ia menunjukan puluhan piagam penghargaan Bonbol yang diraih selama 13 tahun dipimpinnya.

Meski tak satu persatu ia jelaskan hanya beberapa saja ia ceritakan untuk mewakili banyaknya penghargaan itu. Selain piagam.

Deretan piala penghargaan juga ditunjukannya.

Disitu juga Hamim menjelaskan dengan banyaknya piagam dan piala ini membuktikan bahwa kerja kerja seluruh stakeholder di Bonbol bukanlah isapan jempol semata.

Sebaliknya prestasi terus diukir dan diraih menjadi bukti kemajuan Bonbol yang semakin meningkat.

Dari banyaknya piagam itu, Hamim hanya membawa pulang satu piagam penghargaan saja yaitu piagam penghargaan Bupati Entreperenuer Award 2018 dari sebuah lembaga independen.

Sisanya puluhan piala dan piagam penghargaan ditinggalnya.

Tanpa terasa sudah lebih setengah jam Hamim mengakhiri kegiatan beres-beresnya dengan berpamitan hingga mengundang tangis haru pegawai dan stafnya.

“Kelak saya datang kesini lagi tapi hanya sebagai tamu, “ujarnya sambil mematikan lampu dan menutup ruang kerjanya dengan berdoa.

Sejak berlakunya SK Mendagri tentang pemberhentian Bupati Bone Bolango, posisi itu kemudian ditempati Wakil Bupati Merlan Uloli, sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati. (csr)

Comment