Badut-Gepeng Kembali Berkeliaran

Hanya Tiga Hari Diamankan, Beraksi Lagi di Jalanan

Gorontalopost.id, GORONTALO – Tindakan tegas petugas gebungan dari Satpol PP serta Dinas Sosial Kota Gorontalo yang mengamankan para badut serta Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) nampaknya tidak berdampak terhadap efek jera.

Buktinya, hanya berselang tiga hari para badut dan gepeng ini diamankan ke rumah singgah (eks Panti Jompo) yang ada di Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, para Badut dan Gepeng ini kembali beroprasi disetiap persimpangan jalan yang ada di pusat Kota Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post Senin (20/11/23), para badut, Gepeng dan peminta sumbangan ini beroperasi di simpang empat traffic light (lampu merah) Jalan Jhon Aryo Katili (Eks Andalas), simpang empat traffic light SMP 6 Kota Gorontalo, simpang empat traffic light Jalan Dua Susun (JDS) Kota Gorontalo.

Khusus untuk para gepeng terdapat di seputaran Jl Panjaitan, Baiturrahim dan Mall Gorontalo. Dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mereka berkeliling di sejumlah kawasan tertentu di Kota Gorontalo.

Sebelumnya Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Gorontalo, Endang Hulumudi menegaskan, pihaknya tak bermaksud untuk memutuskan tali rezeki dari badut yang memberikan hiburan kepada masyarakat.

Justru, kata Endang, penertiban dilakukan demi keselamatan nyawa para warga yang mengenakan pakaian badut tersebut.

“Apa yang kami lakukan ini, sebenarnya untuk kepentingan keselamatan nyawa mereka juga.

Aktivitas mereka di jalan itu bisa mengancam nyawa, kalau mereka kena tabrak, kasian mereka juga kan,” kata Endang.

Endang menegaskan, pihaknya tidak pernah melarang warga yang ingin mendapatkan penghasilan dengan berprofesi sebagai badut penghibur.

Hanya saja, ia berharap lokasinya jangan di jalan, karena selain dapat mengancam nyawa mereka, juga bisa mengganggu pengendara kenderaan bermotor.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Gorontalo, Endang Hulumudi menegaskan, pihaknya tak bermaksud untuk memutuskan tali rezeki dari badut yang memberikan hiburan kepada masyarakat.

Justru, kata Endang, penertiban dilakukan demi keselamatan nyawa para warga yang mengenakan pakaian badut tersebut.

“Apa yang kami lakukan ini, sebenarnya untuk kepentingan keselamatan nyawa mereka juga.

Aktivitas mereka di jalan itu bisa mengancam nyawa, kalau mereka kena tabrak, kasian mereka juga kan,” kata Endang.

Endang menegaskan, pihaknya tidak pernah melarang warga yang ingin mendapatkan penghasilan dengan berprofesi sebagai badut penghibur.

Hanya saja, ia berharap lokasinya jangan di jalan, karena selain dapat mengancam nyawa mereka, juga bisa mengganggu pengendara kenderaan bermotor.

“Jadi, setelah ditertibkan, mereka kami bina. Kami arahkan mereka untuk menjalankan profesinya di lokasi yang aman bagi para badut ini, seperti deven-even tertentu atau bisa juga di taman.

Di situ kan ada anak-anak, pasti mereka antusias,” tandas Endang. Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kota Gorontalo Irwansyah D Taha saat dikonfirmasi wartawan koran ini, kemarin.

Lebih lanjut diungkapkan Irwansyah, Dua orang pengemis dan 1 celengan belum reunifikasi, sebab mereka klien kambuhan yang sudah berkali-kali terjaring razia. “Satu orang pembawa celengan tidak ada identitas.

Kami koordinais dengan Disdukcapil serta kelurahan dan masjid pemilik celengan untuk memastikan apakah celengan itu benar milik masjid atau hanya pribadi,”ungkap Irwansyah.

Selain itu jelas Irwansyah, pihaknya masih menelusuri dan memastikan soal informasi soal keberadaan para badut maupun Gepeng tersebut diduga teroganisir.

“Beberapa orang dari mereka yang sudah kami amankan, ada yang sudah dikembalikan kepada pihak keluarga mereka masing-masing serta dilakukan penandatanganan Pernyataan Klien dan Keluarga yang akan direunifikasi,”tegas Irwansyah. (roy)

Comment