Biadab! Israel Bombardir RS Indonesia

12 Tewas, 3 WNI Hilang Kontak

Gorontalopost.id, KOTA GAZA – Israel benar-benar keterlaluan. Negara zionis yang dipimpin Benjamin Netanyahu itu terus membombardir Palestina di Kota Gaza.

Belasan ribu orang tewas dalam serangan membabibuta Israel, sebagian besar diantaranya adalah anak-anak dan perempuan.

Lebih biadabnya lagi, Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas kesehatan, tak terkecuali Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza.

RS Indonesia dilaporkan dikepung dan diserang tentara zionis pada Ahad (19/11).

Akibatnya, sebanyak 12 orang tewas, puluhan orang luka-luka, dan ratusan warga lainnya terkepung dalam RS tersebut.

Tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan di rumah sakit itu, hilang kontak.

Serangan biadab Israel ke RS Indonesia itu, dikecam sekeras-kerasnya oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Kecaman itu disampaikan langsung Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi.

“Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” kata Retno, dikutip dari keterangan resmi, Senin (20/11).

Sebagai informasi, pasukan Israel telah mengepung dan menyerang RS Indonesia di Jalur Gaza sejak Minggu (19/11/2023).

Retno menyebut, semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, harus menggunakan segala pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak dan menghentikan kekejaman Negara Zionis tersebut.

“Saya sendiri telah menghubungi UNRWA (Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina) di Gaza, untuk menanyakan situasi RS Indonesia dan memperoleh jawaban bahwa UNRWA juga tidak dapat melakukan kontak dengan siapapun di RS Indonesia saat ini,” jelasnya.

“Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri masih hilang kontak dengan 3 orang WNI yang menjadi relawan di Rumah Sakit Indonesia,” ucapnya.

Selain dengan UNRWA, Retno menyebut pihaknya juga berusaha menghubungi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Palang Merah Internasional, namun belum mendapatkan jawaban.

“Saya akan terus berusaha untuk menghubungi berbagai pihak, guna memperoleh informasi terkait RS Indonesia dan keselamatan 3 WNI tersebut.

Koordinasi dengan MerC Jakarta juga terus kita lakukan. Dan mari kita doakan agar mereka selamat dan selalu diberi perlindungan Allah SWT,” pungkasnya.

Retno saat ini sedang berada di Beijing, China bersama dengan Menlu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Palestina dan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menggalang dukungan dari negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK PBB) agar gencatan senjata dapat segera dilakukan dan bantuan kemanusiaan dapat juga dilakukan tanpa hambatan.

China merupakan salah satu anggota tetap DK PBB bersama dengan empat negara lainnya, yakni Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Prancis.

Usai dari China, para Menlu OKI selanjutnya akan terbang ke Moskow untuk menggalang dukungan serupa.

Al Jazeera melaporkan bahwa tank-tank Israel mengepung RS Indonesia di Gaza di mana sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan Israel sejak Senin pagi waktu setempat.

Sebelumnya pada pekan lalu, Israel juga menyerang RS Al Shifa dan menuding Hamas memiliki pusat komando bawah tanah yang tersembunyi di bawah rumah sakit tersebut.

Tudingan itu dibantah oleh kelompok perlawanan Palestina tersebut.

DIKECAM

Pemerintah Qatar mengecam keras serangan Israel terhadap RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.

Serangan tersebut melanggar hukum internasional. “Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan solidaritas dari Pemerintah Qatar kepada Republik Indonesia, dalam langkah-langkah politik dan hukum, untuk menghadapi kondisi kejahatan brutal ini,” kata Kemlu Qatar dilansir dari situs resminya, Senin (20/11/2023).

Qatar mengecam keras dan menilai serangan Israel ke RS Indonesia itu merupakan kelanjutan dari pendudukan yang menyasar sekolah dan tempat masyarakat di sekujur Jalur Gaza.

Ini melanggar Konvensi Jenewa Kelima. Qatar juga mendesak penyelidikan internasional terhadap kejahatan yang dilakukan Israel terhadap RS Indonesia. Israel harus dibikin jera oleh dunia karena telah melakukan pembantaian.

“Kementerian Luar Negeri memperbarui seruan kepada Negara Qatar untuk membentuk komite internasional untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza, dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera untuk menghalangi Israel melakukan tindakan lebih lanjut.

Pembantaian massal, dan untuk memberikan perlindungan yang diperlukan bagi lebih dari dua ribu pengungsi yang berlindung di rumah sakit bersama ratusan pasien dan staf medis,” tulis Kemlu Qatar.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kaget dengan aksi keji Israel itu.

“WHO terkejut dengan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dilaporkan mengakibatkan 12 kematian, termasuk pasien, dan puluhan luka-luka, termasuk yang kritis dan mengancam jiwa,” cuit Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, lewat kaun X-nya, kemarin.

Cuitan itu disampaikan Tedros tanpa menyebut subjek penyerang RS Indonesia. Tedros tidak menulis nama ‘Israel’ atau entitas lain sebagai pihak pelaku.

Dia menegaskan masyarakat sipil harus terlindung di rumah sakit, tidak boleh diserang dalam kondisi perang sekalipun.

“Petugas kesehatan dan masyarakat sipil tidak boleh kena horor seperti itu, dan khususnya saat mereka ada di dalam rumah sakit,” kata Tedros.

Dilansir AFP dan Al Jazeera, beberapa dokter juga tewas akibat serangan Israel terhadap rumah sakit itu.

Laporan kantor berita Palestina, WAFA, seperti dikutip The National News, sebelumnya menyebut bahwa RS Indonesia diserang dengan peluru artileri dan rudal, sementara para tentara menembaki ‘siapa pun yang bergerak di luar pintu rumah sakit’.

Pengeboman itu, menurut WAFA, disebut mengenai bagian bedah khusus wanita dan melukai para dokter yang sedang melakukan operasi. Dilaporkan juga bahwa tank-tank militer Israel terus mengepung rumah sakit tersebut.

Tim medis setempat mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rumah sakit itu menjadi target serangan tanpa peringatan.

Staf rumah sakit itu, menurut laporan Al Jazeera, meminta bantuan mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah di tengah situasi tersebut.

Al-Qudra dalam pernyataannya, seperti dikutip Al Jazeera, mengkhawatirkan pasukan Israel akan mengulangi apa yang terjadi terhadap Rumah Sakit Al-Shifa, pada RS Indonesia.

Disebutkan Al-Qudra bahwa situasi di rumah sakit itu sangat buruk dan pasukan Israel semakin mengintensifkan serangan mereka. (net)

Comment