Sedang Terlelap, Tiba-tiba Gemuruh Longsor

Gorontalopost.id, SUWAWA – Awen Nue, seorang penambang asal Desa Lompotoo, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, termasuk yang beruntung saat longsor besar terjadi di lokasi tambang rakyat Suwawa, Ahad (7/7) dini hari. Saat longsor terjadi, ia terbangun dari tidur, sehingga bisa menyelamatkan diri.

Ditemui Gorontalo Post, di Desa Tulabolo, Ahad (7/8) malam, Awen menceritakan, peristiwa mengerikan jelang subuh di lokasi tambang rakyat itu. Ia mengatakan, sejak siang (Sabtu,red) hujan sudah mengguyur wilayah pertambangan emas itu.

Hujan maki deras saat malam hari. Kendati begitu, ia dan para penambang tidak menaruh curiga akan terjadi longsor hembat. Malam itu mereka beraktivitas seperti biasa, setelah makan malam, mereka istrahat malam hingga telelap.

Untungnya kata Awen, ia terbangun mendengar ada suara gemuruh dari atas bukit. Tanpa pikir panjang ia keluar camp (tempat tinggal penambang), dan menuju ke lokasi yang lebih aman. “Saya tabangun pak, jam setengah 4 (subuh), ba bunyi keras (gemuruh). Bangun, langsung lari,”ujarnya.

Ternyata, lanjut dia, di luar sudah banyak orang. Di tempatnya, atau di titik bor 3, tidak begitu banyak korban. Berbeda di titik bor lainya, yang bisa disaksikan dari lokasinya berdiri. “Saya lihat rata semua (camp),”ujar Awan.

Ia dan para penambang lainya saat itu juga berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban, termasuk ibu dan anak balita yang ditemukan tewas tertimbun.

Dengan peralatan ala kadarnya, mereka membantu mengevakuasi, hingga akhirnya sekira pukul 14.00 wita siang kemarin, mereka berhasil mengevakuasi korban dari lokasi tambang ke rumah duka.

Para korban diangkut dengan peralatan seadanya, seperti tandu terbuat dari karung, dan digotong secara bergantian oleh para penambang.

Baik korban tewas maupun yang luka-luka, tiba di Desa Tulabolo, Suwawa, sekira pukul 21.00 wita semalam. Korban tewas langsung diserahkan ke keluarga, sementara korban luka dirujuk ke rumah sakit. (tro)

Comment