Cuaca Hambat Pencarian Korban

Gorontalopost.id, GORONTALO –┬áProses pencarian korban hilang pada bencana longsor di kawasan pertambangan rakyat di desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango masih terus berlangsung hingga kemarin (9/7).

Bahkan Kepala Basarnas RI Marsdya (Marsekal Madya) TNI Kusworo mengawasi langsung proses pencarian korban hilang. Bencana longsor ini menjadi perhatian nasional karena banyaknya korban jiwa.

Kusworo, meninjau langsung posko SAR di Desa Poduoma Suwawa Timur. Dia datang bersama jajaran Basarnas siang hingga menjelang sore hari. Dia berada di Posko lebih dari satu jam. Kabasarnas RI juga mendatangi lokasi pendaratan Helikopter yang jaraknya hanya 200 meter dari posko.

Pada kesempatan itu, Kusworo mengatakan tim evakuasi SAR Gabungan TNI/Polri sudah maksimal melakukan evakuasi terhadap 23 korban meninggal. Tim SAR juga masih terus mencari korban hilang.

Hanya saja dia mengakui cuaca tak menentu menjadi kendala serius dalam melakukan proses pencarian dan evakuasi. Kondisi itu makin diperparah dengan medan yang sulit.

“Memang kendalanya sebagaimana diketahui bersama cuaca saat ini tidak menentu. Dan tentunya dari track jalan menuju ke TKP sesuai tim-tim yang sudah ada relatif susah. Butuh lima jam perjalan lewat darat,” ujarnya

Ada rencana pengerahan alat berat ke TKP. Tapi sulit dilakukan karena kondisi cuaca. “Menginjak hari keempat besok, teman-teman yang akan bekerja di lapangan saya minta tetap waspada dan jaga stamina,” ujarnya

Dia juga mengingatkan semua sektor yang terlibat untuk tetap disipilin mengikuti track yang sudah ditentukan sesuai Roadmap dan SARmap. “Karena memang beberapa lokasi masih sulit dijangkau. jadi mohon doanya bagi teman-teman melaksanakan pencarian,” ujarnya

Demi maksimalnya aktifitas pencarian korban hilang, Kusworo mengatakan pihaknya akan menambah personil dan termasuk dukungan dari Basarnas Jakarta dan Manado yang sudah dilatih menangani kejadian besar.

Melihat kondisi yang ada, dia sadari tidak mungkin memaksakan personil di lapangan untuk terus bekerja. Maka ia pastikan tim SAR gabungan TNI/Polri bersama semua stakeholder lainnya akan diberlakukan sistem aplous. Begitu juga untuk mendukung kerja di lapangan, personil akan dibekali perlengkapan khusus.

“Nanti kita akan tambah helikopter untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Karena sangat efektif di medan yang berat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, personil yang diterjunkan pada pencarian dan evakuasi korban longsor sudah mencapai 1.013 personil. Area titik bor 17,18 dan 19 yang menjadi lokasi longsor memiliki areal seluas 0,13 Kilometer Square. Dan untuk titik bor 1,3 dan 9 memiliki luas 0,11 Kilometer Square. (csr/tha)

Comment