Dahlan Iskan Mau Menulis soal Bjorka, Begini Jadinya Setelah Menelepon Shinta

GORONTALO POST, JAKARTA – Dahlan Iskan pun berkeinginan menulis tentang Bjorka, peretas yang sedang diperbincangkan di nusantara.

Bjorka sedang viral setelah mengeklaim berhasil meretas surat menyurat milik Presiden Jokowi, termasuk dokumen dari BIN.

Klaim dari Bjorka itu lantas diunggah oleh salah satu akun “DarkTracer¬†:¬†DarkWeb Criminal Intelligence” di Twitter. Heboh!

Nah, Dahlan mengaku awalnya ingin menulis soal peretasan data yang lagi ramai itu. Namun, dia tidak tahu banyak mengenai dunia itu.

“Saya ingin menelepon seseorang. Tidak untuk wawancara. Hanya untuk belajar: apa itu hacking,” tulisan Dahlan berjudul Bjorka Shinta.

Itu sudah menjadi kebiasaan bagi Dahlan sebelum menulis sesuatu. Dia mempelajarinya terlebih dahulu sebelum wawancara.

“Itu juga yang saya ajarkan kepada wartawan baru. Sejak dahulu. Pun sampai sekarang,” lanjut Dahlan pada tulisannya.

Kolumnis kondang itu lantas teringat nama Shinta yang dianggap bisa mengajarinya tentang apa itu hack, siapa mereka, tujuannya ke mana, harus punya keahlian apa.

“Shinta saya anggap ahli di bidang IT. Sejak dahulu. Ternyata meleset,” tulis Dahlan.

“Maafkan bapak, saya tidak ahli hack, tidak pernah melakukan dan tidak tahu banyak,” lanjut Dahlan menirukan jawaban Shinta.

“Sekarang saya bergerak di platform startup. Juga di bidang gaming,” lanjut Dahlan mengutip kalimat perempuan itu.

Dahlan akhirnya tidak jadi menulis tentang Si Bjorka yang sedang jadi gunjingan itu.

“Saya pun mengurungkan niat menulis soal Bjorka. Toh, yang dia bocorkan tidak ada yang sangat menarik. Isinya hanya nama, alamat, nomor telepon, dan status vaksinasi para tokoh,” begitu dalihnya.

Menurut Dahlan memang ada sedikit yang gawat, yakni tentang NIK (Nomor Induk Kependudukan). Bagaimana bisa nomor itu menjadi dagangan bebas seperti itu.

“Bjorka tidak menampilkan info tokoh siapa melakukan apa. Tidak seperti WikiLeaks yang menghebohkan itu,” demikian tulisan Dahlan.

Kalau toh ada info nakal dari Bjorka, katanya, itu hanya sedikit. Juga belum tentu benar. Misalnya, Luhut Pandjaitan ternyata belum pernah booster. Demikian juga Erick Thohir.

“Akan tetapi saya meragukan info itu. Apa sih sulitnya booster sampai tokoh sentral seperti Luhut tidak melakukannya. Rasanya mustahil,”.

Dahlan juga mengutip pendapat sejumlah pihak tentang sosok si Bjorka yang dicurigai sebagai orang Indonesia. Itu dianalisis dari bahasa Inggrisnya. Dan seterusnya.

Ada pula analisis tentang emosi Bjorka yang kelihatan sekali seperti punya dendam yang berat kepada negara ini.

Menurut eks menteri BUMN itu, bocoran dari Bjorka juga tidak baru, karena sudah sering ada yang semacam itu. Termasuk begitu banyak tawaran di bidang keuangan.

“Jadi, ya sudahlah. Level keamanan IT kita memang masih mudah dibobol,” lanjut Dahlan.

Dahlan berpendapat nomor telepon yang bocor bisa diganti, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang langsung tidak mau lagi pakai WA gegara merasa WA-nya dibobol orang.

Namun, NIK seharusnya rahasia abadi. Sebab, orang tidak bisa mengganti NIK-nya. “Dan NIK anda mungkin sudah bukan rahasia lagi. Juga NIK saya.

Lantas apa gunanya NIK? Maka lebih baik ikut Shinta saja: main game,” tulisan Dahlan.

Dahlan menjelaskan bahwa dahulu orang mengenal Shinta sebagai Shinta bubu.com. Yakni, ketika dia masih bergerak di bidang web design.

Kini perempuan itu lebih aktif sebagai investor di startup. Juga, jadi penghubung perusahaan rintisan dengan venture capital dunia. Terbaru, Shinta jadi pemilik tim ESport terkemuka: Morph.

Berita terakhir: Shinta mengikutkan tim ESport-nya ke kejuaraan dunia di Riyadh. Belum juara. Akan tetapi bisa memenuhi syarat ikut kejuaraan dunia saja sudah hebat.

Tim milik Shinta berakhir di peringkat delapan dunia. “Peringkat delapan saja hadiahnya Rp 1,2 miliar,” tulisan Dahlan mengutip pengakuan Shinta.

Pada lanjutan tulisan Bjorka Shinta, Dahlan mengulas tentang kesuksesan pengusaha ESport dengan nama lengkap Shinta Dhanuwardoyo itu.

“Begitulah. Saya benar-benar tidak jadi menulis tentang Bjorka. Anda pun pasti lebih senang membaca tentang Shinta,”Demikian Dahlan mengakhiri tulisan itu.

Comment